Ketika hati selalu merasa kecewa…

Akhir-akhir ini seringkali saya merasa banyak kecewa… Banyak mengeluh dan merasa tidak puas dengan apa yang ada…  kurang mensyukuri apa yang ada… Feel like there’s something missing in my heart…

Hmm… jadi merenung… Apa selama ini saya tidak berkhusnudzon pada Allah SWT?

 _________________________________________________________

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.

Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.

Setidaknya ada tiga tahap yang harus kita tempuh usaha meningkatkan kualitas keyakinan. Pertama, <I>’ilmul yaqin<I>. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, di Mekah ada Kabah. Kita percaya karena teorinya bicara seperti itu. Di sinilah pentingnya belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin luas pengetahuan kita tentang sesuatu, khususnya tentang Dzat Allah Azza wa Jalla, seakan kita memiliki bekal untuk berjalan mendekat kepada-Nya.

Kedua, <I>’ainul yaqin<I>. Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu memang ada di Mekah karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, akan lebih kuat dibandingkan keyakinan karena ilmu.

Ketiga adalah <I>haqqul yaqin<I>. Orang yang telah <I>haqqul yakin<I> akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, keyakinan akan jauh lebih mendalam. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya. Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses dan tahapan-tahapan, mulai dari <I>’ilmul yaqin, ‘ainul yaqin<I>, hingga <I>haqqul yakin<I>.

Saudaraku, sesungguhnya semua yang ada adalah milik Allah. Sungguh rugi orang-orang yang hatinya bergantung kepada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sungguh sayang jika kita mengatakan bahwa Allah Mahakaya, namun kita takut tidak mendapatkan rezeki. Kita tahu bahwa Allah Maha Menentukan segala sesuatu, Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun kita sering risau tidak mendapatkan pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat <I>’ainul yaqin<I> dan belum sampai ke tingkat <I>haqqul yaqin<I>.

Mengapa ada orang yang keluar (murtad) dari Islam? Sebabnya, keyakinan yang dimilikinya baru sebatas ‘ilmul yaqin; sebatas tahu bahwa Islam itu baik, namun ia belum merasakan bagaimana indahnya Islam. Saudaraku, keyakinan yang hanya sebatas ilmu belum cukup membuat kita istikamah. Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari.

Ibnu Atha’illah mengungkapkan, “Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.”

Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus selalu kita jaga. Bagaimana agar hati kita terbuka? Berusahalah untuk meneliti dan mengenali aneka hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati hanya akan berfungsi jika ia bersih dari noda dosa dan maksiat. Hati yang kotor sangat sulit menangkap sinyal-sinyal Ilahi. Mirip kaca. Ia tidak bisa memantulkan cahaya, tidak bisa merefleksikan sebuah objek jika penuh karatan. Syaratnya, ia harus bersih. Hati akan bersih jika kita merawatnya. <I>Wallaahu a’lam<I>.

 _________________________________________________________

Rasanya kutipan tulisan ini sudah sedikit banyak menjawab pertanyaan saya… dan semoga juga menjadi jawaban untuk para blogger yang mengalami hal yang sama… 🙂 

Mari berkhusnudzon pada-Nya… 😉 

 

 

Source: http://wijayalabs.multiply.com/journal/item/25

Advertisements

Kalo Jatuh Cinta Santai2 Saja!! hahaha..

Judulnya mantap!!! *narsis time.. hahaha 😀

Ni judul postingan kebetulan lewat sekilas.. gara2 gini ceritanya.. di ruang kerja saya yang jadi playlist number one dan kudu diputer sehari berkali2 itu ya lagunya ridho roma… *dangdut mania bo! hahah 😀 Awalnya emang rada kagok gitu secara dangdut… tapi lama2 jadi udah ‘jiplak’ di alam bawah sadar.. tadi tuh kebetulan lagi fokus dengerin lagunya si Ridho yang judulnya ‘penyakit cinta’.. dalem hati ‘eh, ko lucu ya liriknya??’ akhirnyaaa… tanya2 si mbah google lirik full nya lagu ini…

Pabila diri dilanda rindu
Hati gelisah badanpun lesu
Dibilang sakit bukan penyakit
Tau-tau badan semakin kurus

Aduh…aduh…sakit penyakit cinta
Dokter dan dukun tak mampu bicara
Aduh…aduh…sakit penyakit cinta
Tiada obatnya hanya si dia

Pabila diri dilanda rindu
Sepanjang malam tak dapat tidur
Suara kerosak dikira dia
Tau-tau tikus mencari mangsa

Reff :

Dari itu kalau jatuh cinta
Jangan seru-seru….
Santai-santai saja….
Dari itu kalau jatuh cinta

Jangan berat-berat….
Ringan-ringan saja….
Kalau terlalu seru, ga kuat nahan rindu…
Kalau terlalu berat, ga kuat nahan…ehm…ehm…

Kalo mo ditilik2… ni liriknya ringan banget tapi logis dan real banget loh!!! kejadiannya bener2 nyata disekeliling saya… hahahah… 😀

Ngena banget pas bagian kalau jatuh cinta.. Jangan seru-seru… Santai-santai saja… soalnya klo kena sakitnya? efeknya ruarrrrr biasa menyakitkan!!! hohoho…… *kecuali klo jatuh cintanya sama suami ato sama istri tersayang.. itu mah beda cerita… haha

-no judgment, hanya INTERMEZZO, santei aja bro!-

😛

Penyakit Orang Dewasa.. Heuheu

Knapa saya tulis penyakit orang dewasa?? Hmm.. hasil analisis saya.. semakin dewasa usia seseorang, semakin banyak problematika yang akan dihadapi.. semakin banyak pikiran maka semakin besar peluang untuk merasa stress atau depresi.. haha.. Ini merupakan postingan tips yang saya kutip dari milis yang lumayan salah satu solusi logis dan sederhana buat saya.. hoho..

Semoga bermanfaat.. 😉

____________________________________________________________

Pernah merasa depresi menghadapi pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Atau, putus asa di tengah deraan masalah yang mengganggu bisnis anda?

Sebenarnya, sangatlah mudah untuk menghindari depresi dan lebih menikmati hidup. Langkah pertama dan yang paling penting adalah berada pada saat ini (In The Moment). Mulai fokus pada hal kecil yang biasa anda lakukan dan nikmati prosesnya. Seperti saat anda membuat kopi di pagi hari kemudian NIKMATI saat anda meminum kopi. Cobalah untuk tidak berpikir tentang hal yang lain.

Kosongkan pikiran dari segala kekhawatiran. Mungkin hal ini berat dilakukan terutama bila anda mempunyai tanggungan atau keluarga. Tapi ini sangat penting paling tidak untuk sementara, dan yakinlah bahwa 80% dari kekhawatiran tidak akan pernah terjadi, dan masalah apapun PASTI akan ada solusinya.

Lakukan apa yang anda senang lakukan pada masa kecil sebagai refreshing, seperti main bola, naik sepeda, berlarian pada saat hujan, dll.

Lihatlah ke ke langit dan nikmati hari yang cerah ataupun hari hujan. Bagaimanapun juga tiap hari adalah karunia Tuhan yang penuh dengan berkah. Tarik nafas panjang dan biarkan pikiran anda lepas

Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada seorangpun didunia ini yang seperti anda. Anda menarik, hebat dan luar biasa dengan cara anda sendiri.

Jangan pernah menghukum diri sendiri karena ketidak mampuan orang lain untuk menghargai dan mencintai anda. Katakan pada diri anda sendiri bahwa orang tersebut tidak layak mendapatkan waktu anda dan mulailah kehidupan anda yang baru SEKARANG.

Tetap Semangat!!

I’m Trapped!!

As usual..

Pagi2 bangun… Mandi… Sarapan… Ngantor… Pulang sore ato malem klo lembur (cape mata liatin monitor berjam2).. Sampe rumah ngaso sambil nonton opera pan java sambil makan malem.. Mandi dsb.. Trus tidur… Pagi2nya bangun lagi… daannn balik lagi ke kegiatan yang kmarennya…

Awal bulan… ajang bales dendam gara2 gawe berhari2 yang bikin mumet… mentang2 baru gajian… Jalan, nonton, makan enak, ngobrol sana sini bisa bareng2 temen bisa sendiri mengautis di mall2 (lebih seringnya sendiri siy.. dalam rangka pencarian jati diri.. halah), bergitar2… pokonya ceritanya have fun!!!

Tengah bulan… pundi2 udah jelas tipis.. tingkat kehedonan berkurang.. kerja makin males.. hahaha… 😀

Akhir bulan… makin ga bisa hedon.. secara udah abis jatah hedonnyah!! Haha… yang ada bodi makin berat karna kebanyakan cari makanan enak (makanan enak = pelampiasan stress dan kebosanan yang bertubi2)… ya lumayan melakukan hal yang berguna biasanya.. beberes kamar!! Yang udah berdebu debu.. hihihihi:P daaann masak! (klo lagi mau, tapi kebanyakan malesnya) :p

Huaaaaaaaa… ampun deh!!! Udah berbulan2 itu2 aja yang jadi rutinitas saya sebagai pekerja… Hfff… mulai terjebak dan mulai bosan… Klo gitu caranya, apalah arti hidup, freezzz?? Ya Allah… ckckckck..

Rasanya hidup saya sudah mendewakan kerja deh.. hikz… TRAGISSS…!!! T.T

C’mon!!!! Hidup ga Cuma itu frizz!!!

Pray…

Ya Allah, Engkaulah pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan. Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah. Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair di tengah keagungan-Mu, wahai Rabbku.

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan pansnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugrahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergejolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.

Ya Allah sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti dating dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang jahat.

Cukuplah Allah bagi kita dan Dia adalah sebagai sebaik-baik pelindung