Yes, I am the driver.

Dear all..

Cerita punya cerita, kegiatan tahunan yang tak terlewatkan bagi saya dan keluarga adalah mudik ke Cirebon. And as usual, I am the driver! hehe..

Berawal pada saat saya masih kelas 2 SMU, tercetuslah ide sang ibu untuk menambah kemampuan saya dalam supir menyupir.. (sekaligus kaderisasi supir cadangan keluarga dikala papah, ua, atau om berhalangan untuk jadi supir.. haha). Dalam seminggu rutin, saya mengikuti kursus dan di minggu berikutnya punya SIM A (padahal belum 17 tahun :P).

SIM ditangan, tapi mobil masih belum ibunda relakan untuk saya menyentuhnya karena sudah berkali-kali sang mobil kena baret gara-gara saya.. haha.. tapi berhubung kalau kemampuan setir mobil ga digunakan bisa lupa, akhirnya ibunda pun rela menyerahkan sang mobil dengan setengah hati.. hihi… Akhirnya, rajin-rajin latihanlah saya. Pagi-pagi buta mumpung jalan masih kosong, saya kudu keliling kota (bukan kota ding! komplek aja ko).. heu..

Sampai tiba suatu saat.. Sekitar 6 tahun yang lalu sekaligus beberapa bulan setelah dapet SIM.. Waktunya mudik! Daaannn…  Ayahanda request “Teh, teteh aja yang nyetir”… yang kaget bukan hanya saya! Ibu dan Adik saya puuuunn kaget setengah mati! secaraaaaa… si saya anak kmaren sore!! dan sayaaaa.. saat itu cuma punya satu modal! NEKAT!! haha 😀

FYI, kondisi saat itu: saya pemula dan masih kagok mindahin gigi maupun nginjek rem, saya ga tau persis medan perjalan bandung-cirebon secara di tahun2 sebelumnya saya hanyalah a sleeping beauty passengger.. haha, saat itu hujan gede plussss gelap banget secara malem hari… keadaan itu yang bikin geger semua yang ada di mobil sampai2 ga ada kesempatan untuk ngantuk2… Pokoknya semua mata tertuju pada jalan di depan.. Hahaha… Sepanjang perjalanan, sang ibunda ga ada henti2nya komat kamit komentar tiap gerakan setir.. “ati2!!” “Awaaass!!” “jangan ngbut2!!!” “Reeemmmm!!” dan teriakan sejenisnya.. hahaha..ampuuunn deehh..:P

Akhirnyaa… alhamdulillah sampai selamat di tujuan tanpa kurang apapun… di kemudian harinya, perjalanan pulang ke bandung pada siang hari and it was shocking!! ternyata medan apalagi medan sekitar Cadas Pangeran yang ditempuh curam, terjal dan kanan kirinya adalah jurang pemirsa!! ahahahah…   

Di tahun2 berikutnya dengan alih2 untuk memperlancar setir-menyetir, sayalah yang ditunjuk untuk jadi supir mudik… daaannn yang lain pun tertidur pulassss selama perjalanan… hhfffffff… ga hanya ntuk perjalanan luar kota, untuk perjalanan dalam kota pun jadilangganan… anter ibu, tante, nenek, kakek, om, ua, sepupu, dkk… Resmilah saya menjadi the driver selama 6 tahunan! weeewwww 😀

Nyetir ke luar kota sebenarnya lebih leluasa daripada di dalam kota karena jarang ada antrian mobil (kecuali saat arus mudik atau arus balik sangat2 padat), jarang ada lampu merah, bisa ngebut.. huehehe, dan pastinya pemandangan yang seru… Komentar tentunya tetep ada.. paling sering.. “Jangat Ngebut2!!!!!” secara kebiasaan nyetir luar kota, otomatis minimum speed 80kmph dong! ckckck.. so, ga heran klo para sepupu bilang “ayo kita ber-F1!!” atau “mobil turbo!!” saat si saya yang nyetir.. gehehe.. ampuuuunnn… tobat friss.. tobat!!! 😛

Advertisements

2 thoughts on “Yes, I am the driver.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s