Alkisah Sebuah Rok Cantik

Kisah ini bermula dari sekitar beberapa bulan lalu saat saya window shopping ke sebuah pusat perbelanjaan yang namanya mirip dengan daerah istimewa (jogja-red).. Lirik sana sini tiba-tiba ada yang menarik hati..

Disitu tergantung sebuah rok manis bermotif garis vertikal dengan gradasi warna coklatnya yang mirip dengan warna coklatnya ice cream.. hmm.. yummy!!! sebenernya modelnya biasa dan mirip model rok SMA… tapi menurut saya it’s so simple and sweet… lalu saya observasi harganya… jreng2!!! ga deh! secara menurut fashion history saya, rok bakalan sangat amat jarang akan saya pakai.. huehehe.. ribet soalnya!!

Beberapa bulan belakangan.. sambil menemani ibu saya yang lagi hunting kado buat tetannga yang baru melahirkan, saya masih melihat si rok manis terpajang manis dan melambai-lambai mesra pada saya (lebay:p), selain itu, disebelahnya terpampang kontras angka putih diatas kertas merahnya… 20%.. huweeee!!! naluri kewanitaan saya tergoda!! *lumayan, diskon cing! hueheheh…

Berhubung di counter sang baju ga ada tempat nyoba alias fitting room.. saya cari counter lain yang deket sama fitting room.. alhasil saya temukan counternya, tapi tidak dengan sang rok manis.. berhubung malas bolak balik, akhirnya saya coba rok serupa tapi tak sama dengan ukuran saya tentunya.. haha… cukup dong! betapa bahagia sayaa…

Akhirnya saya putuskan untuk belik si rok manis di counter sebelumnya dengan asumsiwalo model beda tapi ukuran sama.. dan.. tiba di rumah dengan euforia kemenangan mengalahkan batin untuk membeli sang rok, saya coba.. ternyata oh ternyata.. euforia saya berubah menjadi duka (haduh bahasanya lebaistis:P) sang rok terlalu ketat, cing! oh tidaaakkk!! T.T

Ibu saya menganjurkan untuk menukar rok tersebut dengan yang lebih muat… Saya terlanjur cinta dengan sang rok!!! saya pun memutuskan untuk keukeuh -entah gimana caranya- memastikan kalo suatu saat saya bisa memakai rok cantik itu dengan ‘pas’… hahahaha… yang jelas… sang body harus bisa menyesuaikan dengan keadaan rok, which means.. turunkan berat badan, fris!!!!! hahahahahah…

Hingga cerita ini diturunkan, si rok cantik tetap menggantung manis di balik pintu kamar.. dengan harapan.. akan memacu dan memotivasi saya untuk bisa sesegera mungkin memakai si rok cantik.. tapi kenyataan berbeda.. rok tetap menggantung dengan manis, saya pun enggan berhenti makan yang manis2.. huahahahah.. parah!!:))

Lihat saja nanti wahai rok! aku akan memakaimu!!! muhahahahah 😀 (paramater batas waktu tak terdefinisikan:P)

Advertisements

4 thoughts on “Alkisah Sebuah Rok Cantik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s