Jakarta oh Jakarta

Minggu ke-tiga saya menjajaki sebuah kota baru, kota yang tak pernah terhenti dari hiruk pikuknya, kota yang tidak pernah tidur, ya! Jakarta. Sebuah kota metropolitan yang menunjukkan wajah asli sebuah kehidupan. Pada awalnya, tidak pernah terbayangkan akan hadir dan menghabiskan hari-hari saya di kota ini. Dimulai dari infrastruktur yang ada, kondisi udara, kondisi SDM, dan berbagai kondisi lainnya sangat jauh berbeda dengan kota tempat saya menghabiskan hampir seumur hidup saya.

Kesenjangan antar kelompok begitu kentara. Teringat kilometer per kilometer perjalanan saya dari kota kembang menuju ibukota dengan menggunakan sarana transportasi yang dikemudikan sang masinis, dibalik sebuah kemegahan gedung-gedung apartemen, mall, perkantoran, sebuah pemukiman kumuh bertebaran. Disamping mobil-mobil megah yang mengkilat dan berplat nomor baru yang berkeliaran di atas aspal jalan raya, banyak sekali mereka yang tinggal beratapkan jembatan atau jalan raya.

Hey, ini jakarta bung! Siapa cepat, dia dapat! Semua para pekerja dan pejalan kaki mengambil langkah seribu untuk menaiki tangga-tangga penyebrangan, jalur menuju halte busway, berlari demi mendapatkan tiket KRL menuju luar kota… So crowded! Hectic! Tidak hanya para pengguna trotoar, pengguna jalan raya pun sama, terutama para pengendara kendaraan umum, saling berebut penumpang, saling menyenggol (dalam arti yang sebenarnya) demi untuk menghindari limpahan penumpang dari kendaraan lainya yang beralih-alih akan mengambil rute lain.

Suatu sore, ketika duduk tepat disamping jendela sebuah kendaraan umum bercat hijau putih, sebuah motor terseret di aspal beberapa meter, yang membuat saya terkejut adalah nobody help or even care!!! Padahal di sepanjang track terseretnya motor tersebut, banyak calon penumpang yang sedang berdiri mematung. Beruntungnya, saat itu lalu lintas sedang tidak padat. The amazing thing is, si pengendara motor yang terguling, berdiri dan memposisikan motornya by himself!without anyhelp! dan kemudian kembali melaju. Friend of mine said “itu udah biasa fris disini”. Masya Allah, sekilas terpikirkan.. seperti ini kah kehidupan nyata di Ibu Kota? What a shocking moment for me as a newby!

However, I still do believe bahwa tidak semua penghuninya seperti itu, masih banyak warga disana yang cinta damai dan peduli sesama.. we’ll see.. 😉

Apapun kondisinya, this is the fact.. I’m part of it.. For NOW

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s