Almost Every Afternoon in Working Day

On that day. Around 4.50-5.30PM. Halte Masjid Agung to Sarinah. Disalah satu halte, naiklah penumpang yang lumayan banyak dan menghabiskan banyak space bus. Tiba2 ada yang protes. A young man, wore a yellow t-shirt and black scarf. Dengan nada yang kedengerannya ‘aga’ kemayu dan ketus, “Mba, klo mo nyaman naik taksi deh! Kita lagi sama2 naik busway nih!” Wew! Saya gatau pasti apa masalah nya.. yang jelas seorang mba2 bikin si mas berbaju kuning ini ga nyaman.

Itu hanya satu dari berjuta cerita. Lain hari, lain lagi kasusnya.

Sejauh pengamatan saya, almost every afternoon after 5PM, there were no more cheerful passenger. Semua punya tampang yang sama: lelah, jenuh, penat, high-tempered, individualist dan sejenisnya. Semua wajah ditekuk-tekuk, entah memang defaultnya begitu atau kebawa lingkungan dan beban hidup… :P, yang jelas kondisi seperti itu bikin ga nyaman buat pendatang baru seperti saya ini yang selain defaultnya merengut2, lambat laun mulai tertular wajah berkerut-kerut.. hehe.. belom lagi kalo ada kegaduhan atau sikap atau apapun itu selain bersikap wajar versi penumpang busway -yang ambil posisi, diam, tunggu sampai halte yang dituju baru mulai gerak- siap2 jadi tontonan massa..

Moreover, ga Cuma suara penanda halte aja yang bersuara di dalem bus, there is another busway’s soundtrack.. “Aduuuhh!”, “Sigh”, “Ckckckck”, “Ya ampun”, “Jangan dorong-dorong dong!”, “Astaghfirullah”, “tolong digeser”, dan jenis2 ekspresi lainnya.. rame bener dah!!! hueheheheh 😛

So, musti banyak bersabar.. tiap sore di hari kerja.. 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s