Coretan Pikiran

Dear blog,

Kumaha damaang? lama sepi tanpa coretan saya ya.. yasudahlah, soalnya kamu memang nomor kesekian di hati saya.. haha.. *sadisss* lagi pengen nulis postingan serius kali ini ūüėÄ

Akhir-akhir ini memang sedang senang-senangnya menikmati keadaan dan mengamati sekeliling. Mencoba untuk sibuk sesibuk-sibuknya tapi entah apa hasilnya, mencoba menikmati keadaan dan berusaha keras berdamai dengan hati. Di waktu lainnya, saya terlena dengan kemalasan (bahkan terlalu sering).

Saya dan lingkungan saya bagai perpaduan jutaan warna. Ada yang berkeluh kesah karena begitu besarnya beban kerja, yang lain berkeluh kesah dengan status pekerja tanpa kerjaan. Ada yang mengharap dan bangga dengan pujian, ada yang memicing sebelah mata ketika yang lain dipuji. Ada yang meninggikan diri dengan memandang rendah orang lain. Ada yang rela melepaskan ambisi atas nama pemenuhan kewajiban status terbaru. Ada yang berlarut dalam kesedihan ketika memandang kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Hal-hal seperti ini, walau terdengar seperti pembelaan diri, berpengaruh pada suasana hati saya yang mulai kehilangan fokus dan kosistensi.

Hati, tidak pernah berbohong. Ada ambisi untuk mencapai suatu gelar pendidikan yang lebih, sebagai pembuktian diri kepada massa bahwa saya bisa, saya mampu, saya berpotensi, saya bisa membanggakan orang-orang yang mencintai saya dan saya yakin ilmu akan bermanfaat untuk lingkungan saya. Terbesit dalam hati,¬†mengapa karunia¬†terikat dalam ikatan suci masih belum menghampiri saya. Kalaulah sudah,¬†mungkin sudah ada yang saya ajak berbagi kapanpun dimanapun¬†dalam naungan dan niat suci¬†ibadah, bahkan mungkin sudah ada tangis tawa si¬†kecil. Tapi, hanya sebatas itukah? saya¬†ini hanya akan membanggakan dan bahagia kalau sudah ada penambahan gelar ‘Master’ atau ‘Ny’? lalu apa definisi perasaan jika belum waktunya hal-hal itu terjadi?¬†lalu dimana definisi¬†bahagia¬†dulu yang¬†sering saya rasakan jika melihat siapapun bisa tersenyum karena saya?¬†bagaimana dengan banyaknya orang yang berkebutuhan dan sebenernya saya mampu memberikan sedikit saja kontribusi. Terlalu¬†mengkotakkan diri dengan garis yang saya buat sendiri rasanya. hhaaaa… yap! smua terlalu fokus pada hal duniawi.¬†¬†Dangkal!!! huhuhu *tonjok2 pipi sendiri tapi mental2*

Saya seperti halnya manusia lain, sepertinya tidak akan pernah meng-input kosakata ‘puas’ dalam hidupnya jika terlalu banyak membanding-bandingkan. Akan terlalu banyak bercak iri dengki di hati.¬†

Berdoa, penuh syukur dan ikhtiar adalah solusi mutlak dari kedamaian hati.

So, always be grateful,¬†miss cahaya beku ūüôā

Advertisements

2 thoughts on “Coretan Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s