Day-to-day on weekdays

Dear all,,

Let me share what kind of things did I faced during my weekdays 🙂

Sudah lewat tahun ke-3 saya bekerja di institusi ini. Bagi yang follow sharing2 saya di blog ini mungkin tahu persis kalau saya bekerja di bidang yang hanya sebagian kecil terkait dengan latar pendidikan saya, drainase. I know.. kata yang satu ini lagi beken-bekennya mondar mandi di media sejak kejadian jakarta ‘tenggelam’. Tentang banjir yang satu ini banyak kesan yang akan saya share di postingan berikutnya. *kalau sedang mood dan ga lupa* haha

Drainase disini difokuskan untuk drainase permukiman, saluran2 yang melewati permukiman atau perkotaan yang ujung alirannya ke sungai, laut, danau, dsb. Kenapa drainase atau saluran2 tersendat? kerennya di negara yang kita cintai ini, saluran yang harusnya dialiri air, dipenuhi sampah. Ini tidak hanya di Jakarta looh, di berbagai kota yang sempat saya mampir, kasusnya sama. Belum lagi saluran atau kanal-kanal warnanya keruh coklat karena pengendapan sedimen atau hitam karena airnya sudah dicampur racikan limbah pabrik atau limbah rumah tangga.

Pemasangan Gorong2 - DIY
Pemasangan Gorong2 – DIY

Yap, drainase disini lebih difokuskan dengan kegiatan sanitasi. Sebenarnya kalau sampah sudah ditempatnya, air bisa mengalir lancar jaya, hanya mungkin perlu sedikit penanganan teknis.

Bicara tentang sampah, sama dengan bicara tentang habit atau kebiasaan. Sering, saya lihat orang dengan santainya buang sampah ke jalanan, selokan, dan tempat lain yang tidak seharusnya. Well, bisa dibilang ga salah-salah amat juga kalau mereka buang dimana saja karena terbatasnya jumlah tong sampah atau malah tidak ada sama sekali. Tapi, tidak bisa dibenarkan juga kalau alasannya seperti itu.

Waste Recycling - Aceh
Waste Recycling – Aceh

Menurut hemat saya *ceile.. macam pejabat teras bahasanye*,, kebiasaan yang baik ini bisa dibangun dimulai dari kedisiplinan orangtua, kemudian ditiru anak yang bahkan mungkin menularkan ke teman-teman sebayanya. Saya dan teman2 yang dididik untuk buang sampah pada tempatnya, sewaktu kecil lebih memilih menyimpan sampah di saku dulu ketimbang dijalanan, walau akhirnya orangtua yang kelimpungan buang sampah dari saku2 anaknya..hihihihi

Hmm.. saya yakin, kebiasaan sederhana dari masing2 individu ini akan berdampak massive kalau dilaksanakan dalam skala komunitas. Terlepas dari sistem pengolahan sampah nantinya seperti apa, setidaknya kita sudah ikut andil dalam kesadaran menjaga lingkungan. *tsaaaaahhh 🙂

*beuuh ini jadi serius gini yah? haha*

*nyambung ga nyambung, tulisan ini tidak berdasarkan data primer, hanya opini pribadi dan saya susun dalam rangka membangun semangat menulis lagi* :p

Advertisements

7 thoughts on “Day-to-day on weekdays

  1. mpris….mau nanya nih…
    kenapa kalau bikin proyek jalan suka ga sekalian ama proyek drainasenya?
    fita liat di daerah depok deket tempat fita kaya gitu loh…
    jadi ga nyampe 3 bulan dari benerin jalan, udah pada rusak lagi gara gara genangan air
    pas fita perhatiin si gorong gorongnya malah penuh material sisa benerin jalan
    kata pa rw nya mah nanti ada lagi proyek benerin gorong gorong
    meuni ga praktis…keliatan pisan pengen banyak proyek
    *keliatanbangetiniemakemaktukangprotes

    1. wuidiiii,,, ngeriikk diprotes bufitaaa,,, >.< jadi begini *cek sound*,, euum,, mulai darimana yaah,, soalnya bukan bagian sayaah,, haha,, *lieur sorangan* tapi saya coba jawab yaah 😀

      Pertama, bangun infrastruktur ini kewenangannya dibagi2, ada yang pusat (kementerian PU – Bina Marga) trus ada yang daerah sesuai undang2 otonomi daerah (pemda – Biasanya dinas bina marga atau dinas PU). Pusat itu bagian yg gede2 macam jalan nasional, jalan tol, jembatan. Nah bagian yg ngerjain jalan kota/kab, pemdanya yg bangun, termasuk kota Depok ini.

      Kedua, kalau pekerjaan drainase jalan itu sepaket sama jalannya, dan memang diharuskan ada drainasenya untuk ngelindungin jalan supaya ga cepet rusak gara-gara air yang menggenang.

      Jadi, bisa dibilang untuk kasus yang ini kewenangan penuh ada di pemda bersangkutan, mulai dari perencanaan sampai operasional maintanancenya. Kalau dari pusat ga bisa campur tangan, hanya bisa sampai mengingatkan dan membimbing. Semua keputusan penuh itu jalan mo digimanain, hak penuh pemda, dan lagi, dananya pun dari belanja daerah. 😀

      Ga maksud melimpahkan kesalahan sih, tapi buat info saja, bisa dibilang complicated masalah kewenangan di negara yang kita citai ini.

      Begitu bu fitaaa.. smoga terjawab yaa.. hehe *peace*

      1. uhhhh mprriiissss jawaban kamuuuu PNS sekalii
        pasti kamu lulus prajab dengan gilang gemilang yaahhh :*
        aku mau donggg masuk pns taun iniiii hihihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s