Fluctuating First Month,,

january-2013-calendar-19

1st January. Dini hari, ruang tamu, 4 sahabat putih-abu. Masih sibuk melanjutkan cerita yang sambung menyambung dari hari sebelumnya. Disaat kembang api dengan ramainya mewarnai langit, ruang tamu saya penuh dengan tawa canda, renungan, sesekali terdiam karena lelah menuangkan cerita cinta dan cita. Maklum, sudah berbulan2 tidak berforum. hehe. It was lovely!

5th January. Officially 2 years 4 months. For a certain stage he made, I’m happy and truly blessed. 🙂

11th January. Lama rasanya tidak memaksakan diri mempersiapkan pikiran dengan perbahasaan. Untuk tanggal yang satu ini, saya sadar bukan waktunya main-main, ini waktunya diuji dan saya harus siapkan semaksimal mungkin. Nervousness #1 | At noon. Hari yang sama, perpisahan dengan orang yang saya sebut Mr. One in a Million. Sosok pemimpin ideal versi saya. Pemimpin yang tahu, menunjukan dan menjalankan visi misinya tanpa memaksakan kehendak pribadi. Pemimpin yang solutif, tegas dan membuat banyak orang segan sekaligus berdecak kagum. Pemimpin yang dengan wibawanya menyapa ramah semua staff. Pemimpin yang mengerti benar bahwa semua orang punya andil dalam sebuah organisasi bahkan OB sekalipun. Satu2nya Direktur yang mengirimkan SMS selamat ulang tahun bagi smua staffnya, bahkan datang menghampiri masing2 sambil tersenyum dan berjabat tangan “Selamat ulang tahun, Bu Friska”. Semoga kebaikan dan perilaku baik Bapak menular dan menginspirasi calon pemimpin2 semua generasi di instansi ini.

12th January. Morning to noon. Rangkaian kelanjutan hari sebelumnya, ujian berbahasa yang akan menentukan titik koordinat saya di tahun yang mendatang. Nervousness #2 | At night. Waktunya piala bergilir yang dulu pernah saya rancang, bertulis ‘I am the bride’ berpindah tangan to a golden-wedding-dress-beautiful lady on that night. Happy for you, dear. 🙂

17th January. 7 am. Left the room early morning to catch up the interview. Bawah jembatan penyebrangan Sarinah sudah mulai tergenang. Daaann 200 meter menuju venue, air sudah setinggi kap depan taksi dan membuat sang supir menyerah dengan air. Saya turun, air coklat setinggi lutut disertai hujan deras. Tiba di gedung, nervous teralihkan dengan mondar mandi ke kamar mandi sibuk mengeringkan tubuh yang basah kuyup. Hingga akhirnya diumumkan acaranya ditunda dan akan dikonfirmasi lebih lanjut nantinya. Pulang sibuk mencari ojek, karena jalanan kosong ditutup genangan di ujung-ujungnya. Melewati rute sana sini tetap ditemani hujan, melihat kuburan karet tertutup air, jalanan kuningan city tenggelam dengan air keruh coklat dan tiba di kosan dengan pernyataan Jakarta dinyatakan dalam kondisi darurat. The delayed Nervousness #3 | Shocking days

18th January. Sarinah masih menggenang, jalanan dan trotoar Thamrin coklat khas warna lumpur, banyak yang sibuk menstarter kendaraannya akibat menerobos genangan. Sijuput langka, taksi penuh, transjakarta koridor 1 tidak beroperasional. Ojek satu2nya solusi dengan konsekuensi jalanan yang ditempuh jauh dan tanpa jaminan saya akan tiba di kantor kering, dan tidak ada jaminan juga bahwa pulang kantor nanti saya bisa tiba dikosan dengan selamat aman tanpa boat2 karet. hehe. Pilihan saya: meliburkan diri. :p

20th January. SMS: tek darah 91/48 drop mohon do’a untuk papih, pkl 15.22. Sudah pernah terima pesan singkat serupa dari papah ketika menemani mbah yang terkulai lemas di ICU rumah sakit berbulan-bulan yang lalu. Pesan kali ini, saya super cemas, mengingat sudah berhari-hari mbah tidak sadarkan diri di ICU | 11pm. WA: Teh, mbah papihnya udah ga adaaa 😦 Innalillahi wainnailaihi rojiun. Panik, Ibu-Bapak dan adik saya sudah di Cirebon untuk persiapan pemakaman Mbah. Saya masih di Ibukota sendiri, harap2 cemas cari informasi Cirebon Ekspress. Telf: Teh, ga usah nyusul ksini, doain Mbah yaa | Menuju lelapnya saya, tiba2 ingat, tidak akan ada lagi semangat navigator yang mengompori saya buat menyalip elf ketika asik menyetir, tidak akan ada lagi mbah yang menanyakan kapan cucu tertuanya datang menjenguk, tidak ada lagi obrolan canda antara kakek dan para cucu, tidak akan ada lagi nasihat mbah untuk saya tetap baik-baik dalam sekolah, pekerjaan dan masa depan. Gonna miss you, Mbah Papih. Hhaaa Sediiihh… 😦

25th January. Here come the interview. Allahumma yassir wala tu’assir. Nervousness #3 | At night, through virtual communication. Shocking yet lovely news. A best friend’s marriage plan for the next 3 months which mean less member group for our April vacation plan. 😦 But we do really wish the best for you. and of course I am happy for you!! dan dengan ini saya resmi kesalip lagi.. hehe.. Sragaamm jangan lupaaa ya neeeng.. huehehe :*

26th January. 26th Me. Alhamdulillah masih dikasih nikmat tambahan usia untuk merasakan hirupan oksigen. 🙂

26th
26th

31st January. This fluctuataing January. the day I write this post. 🙂

Ya rabb, untuk jiwa yang kembali kepada-MU,, untuk keputusan langkah terbaik bagi kami,, Mohon tunjukkan selalu langkah yang terbaik dalam versi-Mu.

Welcoming February.. bismillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s