It is not as it used to be

G’day! it’s sixteen! A month to go… wooooh!

So what happen to me? Well.. I may say this week is the fluctuating emotional session.. hehe.. but, a bit harder recently, since I found myself have to leave my husband, families and friends soon.. not in a short time, with quite big difference of altitude and latitude.. 

Marriage, is not about me and my husband, but his family and mine 🙂 we  have two lovely parents, sisters, and brother.. a lot of aunties and uncles and so on.. it is not about the two of us being engaged each other.. its about being engaged with the whole family members and matters include the intrigue, the characteristic, laughter, tears, and all of feeling.. I realized this is not an instant way to be learned.. It need process and this is the state-of-the art of constructing a relationship called “household” 🙂 and I’m just at my first stage at this process..

The thing i want to share is, after spending our weekends with family and fellas time, finally we had our quality time.. Just the two of us, me and my hubby… 🙂 I know, it sound exaggerate but our time is limited as we only meet up after and before work – around 8 hours a day include our resting time – which sometime we were too tired to share stories..

It is a big lie if I said I’m fine.. I was too worried that brought me to tears, but sharing stories was the most effective way to release the negative mind.. my husband hug me, calm me down and remind me, as he always do, “Don’t worry, let Allah SWT guards us :)” 

And this kind of quality time and sharing would gonna be hoped for when we are apart.. Love you more, my best friend, my husband :*

Dear rabb, would you please take care of our hearts.. please guards us.. always..

 

 

Wedding Review: Make up and wardrobe

Dear all… sambil nunggu siap menghadapi macetnya ibu kota, ceritanya mau memenuhi janji untuk nge-post tentang review pernikahan.. cekidot 😉

Mari mulai dari item yang saya sudah khatam betul,, make up dan wardrobe buat acara hari H! *taraaaa*.. Perempuan manapuun pasti pengen hasil polesan make up yang sempurna di hari pernikahannya alias mangling bin beautiful.. termasuk saya dong! hohoho 😀 kalau untuk yang satu ini, jauuuhh dari jaman-jaman pacaran pun sudah mulai hunting2.. Huntingnya cukup fesbuk ko, karena di medsos ini, banyak temans yang sudah menikah dan rajin nge-tag vendor2 nikahannya, which is para perias pengantinnyapuun rajin upload foto before-after rias model-modelnya.. jadi cukup banyak referensi 😉

Kenapa duo item ini cukup krusial buat saya? karena saya gendut chubby! hahaha.. perlu tangan2 super terampil yang bisa bikin saya tirus daan cemerlang ga perlu sunlight.. jadi begitu saya hunting, yang pertama saya lihat itu foto before-afternya model2 yang chubby.. hohohoho.. 😀 Selain perlu kemahiran khusus, perlu banget perias yang menyewakan kebaya yang fleksibel, maksudnya satu kebaya bisa dibesar-kecil kan sesuai dengan ukuran body si capeng.. dan wajib hijau warnanya dan bukan hijau pasaran *nahloh nukumaha tah?* 😀

Awalnya mulai hunting serius waktu ada pameran pernikahan, liat kebaya2 cantik.. modelnyapuunn cantik2 dan kurus2 -_- dari awal sudah ada inceran, dindin make up (link nya di mari).. dulu seorang sahabat dirias sama kang dindin, dan recommended banget katanya, dan memang si sahabat jadi pangling pisan waktu nikahannya.. langsung meluncur ke stand yg ini (waktu itu ditemenin mas, padahal ga jelas juga mo nikah kapan.. haha) kebayanya cantik2 dan yang bikin makin jatuh cinta, kebaya model yang manapun bisa digedein.. aaakk pas banget! lanjut minta list harga dan ternyata mahal ya udah gitu full schedule sampe akhir taun 2013… T.T lanjut ke stand satu lagi, ketemu sama ownernya langsung namanya kang oey maher (monggo liat review dimari) harganya mirip sama dindin tapi pas pameran ada diskon yg lumayan bangeettt.. kebaya2nya keren daan bisa digedein juga *mulai kabita*.. berhubung belum ada kejelasan tanggal nikahan, si diskon dadah2 deeh.. :p

Oey ini mulai terngiang2 di kepala *halah* jadi makin intens liat poto2 hasil riasnya.. euumm tapii banyak pertimbangan lain, akhirnya lanjut move on ke referensi berikutnya.. kalau yang sekarang mulai jelas kriterianya, sebisa mungkin perempuan yang merias karna saya berjilbab, ga suka make up yang kandel bedaknyah -_-, ga suka riasan kerudung yang ketinggian ngalahin jini oh jini, dan ga suka sama kebaya yang terlalu heboh.. *banyak syarat* akhirnya nemu dua kandidat yang cocok dengan parameter saya: Yuyun make up sama raden annisa brides begitu tanggal nikah sudah ada langsung kontak dua vendor ini untuk survey harga dan booking tanggal.. yuyun sudah full, alhamdulillah raden annisa masih adaaa.. langsung meluncur ke galerinya, liat2 kebaya, daaan bogoh sama model kebayanya yang simple elegan dan ga pasaran 🙂 harga cocok, langsung DP, jatuh cinta sama si baju kebaya hijau emerald yang ga muat daan ga bisa digedein.. pengen nyoba pun ga sanggup secara diliat sekilas aja pasti nyangkut… hahahaha *tawa sedih saat itu*

Waktu pesan itu H-2,5 bulan which is mepet pisan untuk jait kebaya perdana.. tapi saking penasaran pengen dirias sama Teh Icha (owner) dan warna kebaya resepsinya wajib si hijau emerald, akhirnya dikasih opsi satu2nya sama teh Icha: KURUSIN BADAN SAMPAI SI KEBAYA MUAT… =_____= mau ga mau ini mah.. Oya, untuk kebaya akad sudah ada yang muat jadi ga khawatir, pakai kebaya nasional saja 🙂 riasan untuk resepsi kepikirannya Nyunda dan pengen pake siger, kenapa? karna ga mau kesaingin tamu secara tamu2 jaman sekarang dandannya maksimal.. selain itu biar berasa pengantenannya secara bermahkota emas… ahahahaha.. tobe noted: Teh Icha ini orangnya ramah dan sabar banget.. seru buat diajak kerja sama 🙂

Singkat cerita, Mas musti jait beskap perdana dari blankon sampai selop secara badannya tinggi dan ukuran kakinya gede :p tapi ga sempet fitting karena 2 minggu sebelum hari-H itu sakit sampai bedrest dan pake acara rawat inap dan bikin semua orang hariwang… heuheu.. alhasiill baju resepsi mas sempit 😦 sayang banget.. huhuhu.. tapi karna Mas emang ganteng, pake baju kesempitan dikit puun tetep ganteng :*

This is it.. make up and wardrobe on our wedding day and I love it 🙂

Riasan Akad: Kebaya Nasional
Riasan Akad: Kebaya Nasional
Our make up and wardrobe :)
Our make up and wardrobe 🙂
Riasan Resepsi: Siger Sunda
Riasan Resepsi: Siger Sunda with Teh Icha and team

Ini baju resepsi entah kenapa, mau dijepret kamera manapun hasilnya jadi tosca bahkan biru.. padahal hijau tulen dan tergolong warna hijau yang langka.. -_- buat yang lagi hunting2 perias dan cocoknya dengan riasan simple elegan, you should contact teh Icha 😉 dan yang udah ngicer Teh Icha semoga review-an postingan yang ini bisa jadi referensi.. *kode buat si leutik* hahahaha

I need more than 24 hours a day!

G’day! How’s life so far, fellas?
Mine? All mixed up.. excited, nervous, happy, grateful, worried, campur sari..

This posting was inspired by a mate who has just punch me with her sentence: “I wanna go to my hometown, no more time left, got only 4 Sundays before arrived at canberra”. Wooossaahhh!! Which mean I got only 5 Sundays!! *panic*

Since my coming back to the office, I was snowed under the jobs, spent less time with husband and family, haven’t finished the school permit letter and requirements, and so on. Gosh! I’m craving for more than 24 hours a day!!

No preparation for packing yet.
Unfinished the marriage document.
No teeth check up yet.
No survey of eyeglasses yet.
Less communication with family and best friends.

And… the closer the departure day is coming, the more it hard for me to leave my lovely husband, the more I miss my mom dad and sister, the more I miss my hometown, the more I worried about myself living in another continent… alone..