Karena Kebersamaan Patut Diperjuangkan #2

Subhanallah.. ketika ada niat baik Allah SWT menunjukkan jalan-Nya. Sebelum bulan Ramadhan, mas tiba-tiba saja meminta saya pulang sekalian saya bantu mas untuk melengkapi pengajuan visa ke pihak sponsor beasiswa, padahal niat awalnya pengen mencoba puasa di negeri orang sekaligus liburan ke Brisbane.. hehe..

Mas sudah bertekad bulat untuk pindah, dan targetnya secepat-cepatnya bisa kemari. Belum terpikir mau apa dan bagaimana nantinya mas disini, yang terpenting adalah memenuhi niatnya menemani muhrimnya, menghindari fitnah šŸ™‚ Pekerjaan apapun yang penting halal dan barokah.

Sebelum pulang liburan puasa, langsung memproses semua kelengkapan administrasi di kampus dan top up asuransi kesehatan untuk kelengkapan pengajuan visa mas. Alhamdulillah semua lancar, padahal saya terhitung mepet-mepet mengurusnya.

Setiba di Jakarta, semua syarat sudah dipenuhi dan tinggal menunggu medical check-up. Kami dikabari pihak beasiswa bahwa pengajuan visa bisa sampai 2 bulan sejak pengajuan, berarti paling cepat perkiraan bulan Oktober dan mas belum mengajukan resign. Di luar dugaan, visa sudah jadi di pertengahan Agustus! Alhamdulillah.. jadi hanya tinggal menunggu proses resign mas dan persiapan mental mas suami.. no matter what, I know it wasn’t easy for him.. but he is a man with principal šŸ™‚

Allah SWT tidak berhenti memberikan hidayah yang begitu besar pada kami. Beberapa hari sebelum mas tiba di Sydney, teman Indonesia yang kebetulan istrinya sudah selesai Phd, akan pulang ke Indonesia di bulan Oktober dan sedang mencari penggantinya untuk bekerja di pabrik. Dapat kabar bahwa mas akan kemari, langsung saya ditawari. Saya sudah diwanti-wanti oleh teman saya, bahwa pekerjaannya berat, di pabrik bukan dibalik meja, atau computer, tapi angkut2. Saya tahu benar, ini pasti berat buat mas suami yang sehari-harinya bekerja dengan desain, tapi beliau bilang siap. *Ah mas suamii…. ciinnttaaaa deeeehhh :*

Hari kedua mas landing di Sydney, mas sudah diminta untuk langsung bekerja karena pabrik memang sedang sangat kekurangan tenaga. Sepulang mengantar Mas, sepanjang perjalanan pulang ke rumah, saya terharu luar biasa. Speechless. Hanya bisa mengucap hamdalah. And I’m sooo proud of my beloved husband :*

Bahkan, saat saya mengulas cerita ini, jantung saya masih berdegup kencang dan selalu membuat saya berkaca-kaca saat mengingatnya.

“fabiayyi ala irobbikuma tukadziban…”

Kingsford,
Di sela-sela assignment,
Menunggu pujaan hati pulang lembur šŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “Karena Kebersamaan Patut Diperjuangkan #2

  1. aku mbrebes..selamat ya mpriso, it proof a lots that he loves you and rready to always protect you no matter what.aaaah speechless..selamat berjuang bersama yaa..i love u:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s