Karena Kebersamaan Patut Diperjuangkan

G’day all..! Wow! been 7643524 years yaaa.. haha

Kemana aja fris? ada ko, ya disini-sini aja.. sibuk mondar mandir kampus-rumah, ala2 mahasiswi kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) :p

Lagi sadar untuk posting karena ada kabar gembira untuk kita semua.. muihihihihi.. *iya, si mastin itu sampe Sydney loh gaungnya*

Sesuai dengan judul, lagi pengen share moment penting di hidup kami (saya dan Mr.A), momen yang luar biasa penuh hikmah bagi kami šŸ™‚

Jauh hari sebelum saya berangkat menimba ilmu, saya selalu membujuk-bujuk mas suami untuk ikut menemani di Sydney, di sela-sela bercanda sampai obrolan serius dan selalu berakhir dengan jawaban tidak dari mas suami. Karena mas suami yang berstatus pegawai sasta tidak memungkinkan untuk cuti di luar tanggungan Negara (ini istilah untuk PNS sih sebenernya) yang otomatis kalau mas suami ikut, harus resign. Pertimbangan terberat mas suami sebagai kepala keluarga adalah bukan saat menjalani hidup di Sydney, tapi sekembalinya mas suami ke Indonesia dengan status ‘tidak bekerja’.

Entah kenapa untuk hal ini, saya yakin seyakin-yakinnya kalau dengan menikah, kemudian resign, tidak akan menutup pintu rezeki. Saya yakin kalau Allah SWT pasti akan menunjukkan jalan bagi hamba-Nya yang berusaha. Tapi, dengan kondisi suami yang pada saat itu memang berat untuk melepaskan pekerjaan, saya mencoba mengerti dan tidak pernah lagi mengungkit, ya anggaplah case closed. Ya tapi selalu saya selipkan di doa-doa saya, kalau memang yang terbaik bagi kami adalah bersatu maka Allah SWT akan mempersatukan kami.. šŸ™‚

Kenapa saya kekeh pengen kita sama2 di Sydney? Karena saya bosan dengan LDR.. haha.. Sedari pacaran, walau jarak hanya Depok-Bekasi-Thamrin, rasanya waktu sudah habis di jalan kalau untuk bertemu, cintaku berat diongkos dan tua di jalan.. haha.. Di awal pernikahan, mas suami sibuk dengan thesis dan lembur kerja, saya sibuk dengan persiapan sekolah dan dinas luar kota. Di weekend, kami tidak hanya kami, kami milik keluarga besar saya dan keluarga besar mas, sibuk mondar mandir silaturahmi sekaligus pamitan. Jadi kalau dihitung-hitung, ‘our time’ nya limited edition sekali.. hehe..Ā Terdengar egois sih, tapi ada keinginan untukĀ menata masa depan kami berdua, dengan banyaknya waktu yang kami habiskan hanya bedua.. tanpa waktu yang digegorogoti macetnya jalananĀ dan tanpa kelelahanĀ bolak-balikĀ keluar kotaĀ untuk sejenak..Ā susah senang hanya berdua.. membangun sebuah kisah yangĀ tak biasa..Ā šŸ™‚

Wacana bersatu di negeri kangguru akhirnya pudar, dan LDR lah kami.. rasanya? lagu Raisa bangeettt.. haha :p Setelah dijalani, rasanya ada kurang. Kami menikah, tapi rasanya ada yang kurang. Mas suami merasa tidak mengayomi istri yang berada di negeri entah berantah sendirian, yang di dalam ajaran Islam, membiarkan muhrimnya sendiri. Sayapun sebagi istri merasa tidak berbakti kepada suami, tidak menyiapkan sarapannya, dsb.

Hingga satu waktu, semuanya terasa diarahkan. Mas suami merasa kalau menyusul saya adalah hal terbaik, mulai dari nasihat orangtua, cerita orang2 di sekitarnya, sampai kisah supir taksi, dan banyak hal lainnya menunjukkan bahwa kemari adalah jawaban dari doa dan sujudnya. Akhir Mei, mas ceritanya liburan kemari, sambil melihat-lihat kondisi seperti apa Sydney dan mulailah disinggung wacana pindah kemari.

to be continued……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s