Move On?

haii gaess…

So here I am, balik ke kampung halaman kota kelahiran dengan lingkungan kerja yang baru, partner baru, bos baru, seragam yang kudu pe en es banget, daaann suasana baaruuu dengan gossip dan intrik yang baru.. ahaha

Jadi, kepindahan saya ke kota bandung tercinta dalam rangka ikut mas suami yang lagi mulai merintis usaha di bandung. Sebageeeii istri sholehah kan mesti manut apa kata suami kan ya? masa iya mas suami mau nyusul saya sampe ostraliyah saya ga mau nyusul doi ke bandung? tengteuingin pan yah.. pindah juga atas dasar pertimbangan saya yang sangat jenuh dan sumpek stress dengan mamacetan di Jakarta, jauhan sama anak yang ditinggal di bekasi cuman sama art, jauhan pula dari mas suami yang di bandung, pluuss kondisi hamil muda yang lagi hobi mabuk galau ga ada yang elus2 punggung kalau lagi lalinu.

Gampang pindahnya? Alhamdulillah da yaaa niat baik mah selalu ada jalannya. Bos-bos saya sangat amat menghargai apa yang namanya keputusan keluarga, amat sangat mengerti bahwa perempuan memang sudah selayaknya ikut suami dan manut apa kata suami, paham betul bahwa kerja itu perlu didukung keluarga. Jadi sewaktu saya mengajukan  pindah, beliau-beliau ga bisa nolak dan langsung setuju, tinggal saya urus masalah administrasi. Kurang lebih 1,5 bulan prosesnya selesai, ya tentu dengan aga sedikit drama yang ga penting buat di share. hehe.

Ternyata ya, excitement saya pindah pulang kampung ga bisa nutupin galau sayah. Iya, saya sudah terlalu lama kerja di lingkungan yang sama, di ruangan yang sama, akrab dan sudah seru dengan rekan-rekan kerja saya. Dan di detik-detik saya mengajukan pindah itu, saat saya pegang project kerjasama drainase dengan Korea daaaan ditawari untuk ikut pelatihannya korea dan ga bisa karena sudah waktunya pindah. huaaaaa… saya tahu persis, kesempatan kaya gini bakalan super langka di tempat saya kerja di bandung nantinya. Banyak yang bakal saya lepas. Kerja di pusat, kesempatan saya keliling ke semua provinsi bahkan LN itu besar, sampai akhirnya kesempatan saya sekolah di LN juga saya peroleh disana. belajar diskusi meeting dan kerjasama dengan divisi lain bahkan kementerian lain dengan topik-topik seru tentang hal-hal teknis yang baru dan prestige. Selalu ada hal baru dan positif yang saya peroleh.

Dan saya tahu persis tempat saya yang baru nanti, banyak cerita yang kurang baik. ya wallahualam. Sampai di suatu obrolan sebelum pindah, “wah fris sekarang lo kalo dines-dines ke lapangan turun status ya dari seluruh provinsi jadi seputar jabar.. haha” dan disambung dengan teman yang lain “ya gapapa kan semua balik lagi ke prioritas si friska toh, dia kan sekarang yang penting kumpul dan dekat sama keluarga, ya ga fris?”.. duuh ini niiih diingetin banget..

Mulai balik lagi ke niat awal. Langsung monolog deh “Sekolah di luar sudah, keliling sebagian Indonesia sudah, ngantor di gedung bertingkat dengan akses masuk pakai kartu pengenal sudah, tetep ngantor tapi deket rumah ada peluangnya dan lancar prosesnya.. terus mau apalagi fris? anak udah mau dua looohh masa iya ego pribadi terus yang dikejer?” hehe

Bismillah saja, semoga Allah SWT terus membimbing hati dengan niat yang baik. bekerja dengan baik, yang paling penting jadi istri dan ibu yang super! Mudah2an. Aamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s