Si Raja Cilik

Siapa tuh? Panggilan gemes saya buat si sulung. Kenapa raja? Saya anak sulung, mas suami juga anak sulung. Anak saya otomatis jadi cucu pertama kesayangan ortu dan mertua saya. Bukan hanya cucu kesayang, tapi juga keponakan super kesayangan. Selalu ditanya sana-sini, dimanja sana-sini, dirindukan sana-sini, dituruti sana-sini, ya, macam raja.

13466378_10154266145022485_4316624698597041351_n.jpg
Si Raja Cilik dan Tuan Besar :p

Konon katanya, sayangnya kakek nenek melebihi sayangnya orangtua si anak. Ibu saya yang cukup keras dan tergolong galak, jadi super lemah lembut kalau menghadapi cucunya. Beliau yang langka mengucap rindu ke anaknya, mengumbar kecupan dan kata rindu tiap kali sang cucu mampir ke rumahnya. *duh saya berasa jadi anak tiri, LOL*

Perfect-Love-Sometimes-Does-Not-Come-Until-The-First-Grandchild.-»-Welsh-Proverb.jpg

Saking sayang dengan cucu, rasanya banyak waktu saya dan suami yang secara ga langsung ‘dikudeta’. Iya, si sulung kalau sudah dipegang kakek-nenek langsung diculik ke kamar atau dibawa jalan-jalan kesana kemari. Honestly, hal kaya gini awalnya sempet bikin si ibu baper dan super jealous lanjut ngedumel sama mas suami karena saya ga bisa sepuasnya main dengan si sulung. Apalagi di awal-awal kepindahan ke Bandung yang mana tiap harinya tidak pernah tidak ada kakek-nenek nya, baik weekend maupun weekdays. Saya yang awalnya tinggal di Bekasi punya banyak keleluasaan ngasuh anak, tiba-tiba ‘diambil-alih’ kakek-nenek nya, otomatis jadi sensitif. Kalau sudah begini, bawaannya pengen manyun sama mas suami lanjut ngedumel ‘bodo ah, anaknya diambil melulu, diurus kakek-neneknya aja gih biar ibu mah sibuk kerja sama jalan-jalan aja’ hihihi.. yup, sounds so childish kan ya? :p

Lama kelamaan, selalu berpikiran negatif seperti itu rasanya melelahkan ya. Ibu mulai putar otak, harusnya pandai-pandai bersyukur. Di kala orang lain merasa gelisah anak-anaknya diasuh oleh orang yang ga dikenal (ART), si Ibu masih punya ortu dan mertua yang tulus mau asuh si sulung dengan keterbatasan fisik mereka yang sudah tidak se-enerjik dulu.

Saya, si cewe perfeksionis, mulai mau menerima keadaan pelan-pelan. Awalnya, saya punya sederet impian dan track sederhana buat anak pertama saya yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Cita-cita saya, si sulung makan yang tertib di high chair, makan makanan non artificial ingredients dengan pola baby led-weaning, tidur yang tertib dengan lampu mati dan berdoa sebelum tidur, no gadget, no TV, banyak main mainan buatan saya yang bikin stimulasi motoriknya oke. Semuanya untuk melatih si anak punya rutinitas yang tertib sekalian belajar disiplin sejak dini.

Kenyataannya? Si sulung kalau makan mesti sambil main, jalan-jalan atau nonton TV. Pola makannya berantakan karena ternyata bikin MPASI tiap hari itu menguras tenaga, belum lagi pake kecewa kalau si anak lagi GTM karena makanan semuanya dilepeh, alhasil sesekali ibu cheating pake makanan bayi instant. TV is switched on almost full day, sering nge-youtube, dan sebagainya. Kalau sudah begini salah siapa? Ya kan kembali ke saya sebagai Ibu nya. I could say my baby is not my rule, as a consequent of being a working mom.

Kalau mas suami lihat saya pake acara drama manyun-manyun langsung diingetin baik-baik ‘Bu, kakek neneknya tau kok mana yang baik dan engga buat cucunya, jadi percaya aja’. Tapi kan yaaa konon sayang yang terlalu sayang suka membutakan hati ceunah mah. huehehe :p

Well, hati saya mulai melunak lagi sejak kehamilan kedua yang ternyata membuat saya kelimpungan kalau sendirian pegang si sulung. Saya sadar kalau si sulung super aktif dan seharian dengannya sama dengan senam zumba ga pake istirahat. Jadi, yasudahlah kalau memang TV jadi peralihan yang bikin si sulung sedikit kalem, dimaklumi saja. Yang penting saat si sulung bersama dan suami saya, diusahakan jauh-jauh dari TV dan gadget.

No matter what, grandparent is grandparent. Me and my hubby are a parent. Those are two different kind of thing and irreplaceable one another.
my-son-is-my-routine-and-priority-period-quote-1.jpg

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s