PARENTING ITU RIBET :p

Saya ini orang yang suka mendengar kisah-kisah inspiratif, yang menambah wawasan hidup, yang membuat pikiran menjadi lebih positif, yang punya goals jelas.. semuanya seru, karena saya bisa ambil ilmunya, energinya, auranya, dan yang baik-baik dan kiranya mampu saya terapkan untuk saya sendiri ya saya terapkan. Toh ga ada yang salah dari usaha untuk terus memperbaiki diri kan ya?

Semenjak jadi istri dan terutama jadi Ibu, saya dibekali ilmu jadi orangtua hanya dengan mengingat-ingat bagaimana cara orangtua saya membesarkan saya dengan nilai yang mereka tanamkan.

Nah, berhubung saya dikasih Allah SWT melalui orangtua saya ilmu duniawi yang mumpuni, saya tidak serta merta langsung copy-paste merawat anak-anak saya apa yang orangtua saya ajarkan kepada saya. Ilmu itu penting, jaman sudah beda. Jaman anak 90an seperti saya, takut dan hormat pada guru, anak-anak jaman sekarang menantang guru.  Dulu anak dimarahi guru pulang ke rumah ikut dimarahi, sekarang orangtuanya yang balik memarahi guru. Well, dunia sudah sangat amat berubah. Inet sudah gampang diakses, ilmu tinggal sebatas tekan mouse untuk surfing di computer.

Masalahnya, semakin baca, semakin tau posisi saya yang tidak tepat.

Semua  buku parenting tertuju pada totalitas peran ibu yang full mengasuh anak tanpa disambi bekerja kantoran 8-5. Rasanya semua SKAK! Tidak ada keberpihakan untuk ibu yang bekerja. Belum lagi men-subkontrakkan penyampaian ilmu ke anak via orang lain yang seharusanya oleh orangtua langsung makin memojokkan saya si ibu bekerja yang masih menumpang di ortu dan mertua. Hhhaaa. Rasanya cuman satu: ga becus banget jadi orangtua. Yang dilanjutkan dengan pertanyaan beruntun lainnya? Dulu mo cepet-cepet nikah tuh kenapa ga siapin ilmu jadi istri jadi ibu dulu sih? Punya goal yang sama ga dengan suami? Endesbreeee… :p

demikian ke-ngambangan postingan sayah….. haha