Wanita Pencetak Generasi Terbaik

Jadi, saya lagi keasikan main IG apalagi IGS, berhubung lagi pengen sharing summary kajian yang males ngetik di HP, lalu meluncurlah ke blog tercinta.. baru ngeh makin lama postingan di blog makin langka yeee… jadi setaun sekali gini durasinya, pantes aja buat DUPAK jadi kaga kelar2 ye kaaann :p

Setelah bertahun-tahun ga pernah ikut kajian live dan hanya bermodalkan IG untuk cari ilmu gratisan, rindu  sebenernya akutuuuu.. pas banget momennya pas narsum terfavorit (ummubalqis) ngisi acara kajian QACommunity di Bandung tanggal 27 Januari 2019.. eh bu lama amat baru dibikin summary? karena catetannya baru ketemu sekarang.. wkwkwk…

Kajiannya saat itu berbayar, dan hari minggu pula.. hari termalas sedunia untuk produktif (buat sayah) wkwkwk.. karena niatnya sungguh2, ngajak temen yang lain pada ga mau ikutpun saya tetep cabcus.. lagian pergi sendiri itu meminimalisir ngobrol2 dan fokeus ke materi walo tunduh mah angger.. haha.. alhamdulillah nempel banget pesan2nya ummu di saya 😉 walao realisasi di kehidupan sehari-hari masih jauh :p

Prolognya lama bet ya bu? :)) Yuk ah mangga disimak..

Ketika mendengar nama sosok pemuda di era Rasulullah: Utsama bin Zaid (18yo, memimpin pasukan perang), Zaid bin Tsabit (13yo, penerjemah Rasulullah SAW, manusia tercerdas pada masanya)… lalu tanya diri sendiri, anak2 jaman now di umuran segitu pada bisa apa sekarang? youtuber viral? :p

Masih belia dan berprestasi itu selalu menimbulkan pertanyaan: siapa ibunya? bagaimana ibunya mendidik? Ibunda Utsama bin Zaid adalah Ummu Aiman, ibu yang turut membesarkan Rasulullah SAW sedangkan Annawar binti Malik adalah ibunda Zaid Bin Tsabit yang pandai melihat potensi anak sehingga awal mula menawarkan diri untuk menjadi volunteer di peperangan kemudian ditolak karena fisik yang masih kecil, sang Ibu melihat potensi lain bagi anaknya untuk tetap bisa memberi kontribusi pada Umat. MasyaAllah.

Tantangan utama dalam pengasuhan jaman now:

  1. Ilmu. Sebagai orangtua perlu punya ilmu yang mumpuni sehingga dapat direaliasikan sebagai bentuk keteladanan bagi anak.
  2. Visi misi keluarga.
  3. Waktu.
  4. MALAS. Tantangan terbesar bagi orang tua: malas bermain dengan anak, malas menstimulasi anak, dsb.
  5. Teknologi. Gadget ini menjadi tantangan berat karna menawarkan zona nyaman bagi orangtua.

Lalu seperti apa sosok orang tua yang shaleh/a?

  1. Adil. Sesuai dengan proporsi.
  2. Sabar. Sabar ini perlu diiringi dengan ilmu, karena kalau paham ilmu menangani anak usia prasekolah, ibu pasti tidak akan mencubit atau membentak anak karena memang hanya akan merusak perkembangan otak anak misalnya.
  3. Penuh kasih sayang
  4. Teladan
  5. Menghargai
  6. Mengayomi
  7. Komunikatif

Bagaimana pola mendidik anak ala Rasulullah SAW?

  • anak usia 0 – 6 tahun –> isi anak dengan lumbung cinta dan kasih sayang, pelukan dan memberi kenyamanan bagi anak, pengenalan tauhid dini (bahwa Allah SWT sayang padanya).
  • anak usia 7 – 14 tahun –> karena sudah dipenuhi cinta, akan muncul awareness ke anak bahwa ortunya sayang padanya, waktunya anak dikenalkan dengan life value ( pahala, dosa, dan Ridho Allah SWT), tetap penuhi dengan cinta.
  • anak usia > 15 tahun –> ajarkan disiplin, libatkan dalam diskusi keluarga.

Konten bahan pendidikan anak terdiri dari TAUHID, AKHLAK, IBADAH, dan MUAMALAH. Anak perlu dikenalkan dengan penciptaan oleh Allah SWT, kasih sayang dan kemarahan Allah SWT, serta dibangun rasa diawasi oleh Allah SWT.

Beberapa tips parenting lainnya dari ummu:

  • Membangun generasi yang baik itu sejatinya dimulai dari MEMILIH calon BAPAKnya. Jadi, kalau calon bapak sudah concern dan punya visi dan misi keluarga akan dibawa kemana akan memudahkan mendidik anak bersama. Karena berat kalau berharap seseorang akan berubah setelah menikah, otomatis nanti setelah menikah sudah punya “PR” yang harus dituntaskan dulu.
  • Perilaku anak tepengaruh dari 89% melihat, 10% mendengar, dan 1% interpretasi lain. Jadi memberi teladan adalah hal yang paling utama.
  • Ibu generasi adalah ibu pembelajar, pandai mengelola emosi, dan tuntas amanah (pandai mengelola waktu)
  • terapi dongeng adalah salah satu cara ampuh dan efektif untuk mengubah perilaku anak usia 0-6 tahun.
  • anak laki-laki usia 7-14 akan patuh kala di rentang usia sebelumnya, dipenuhi dengan belaian dan kasih sayang orangtuanya. Riset menunjukkan bahwa salah satu pemicu LGBT di kalangan pria adalah karna kurang kasih sayang Bapaknya.. 😦

Demikian share kali ini.. sbetulnya ini sebagai self-note yang InsyaAllah ga akan pake drama ”ilang catetannya” lagi.. smoga bermanfaat juga buat yang ikut baca 😉

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s