Sijuput ga ade matinye.. haha

Pagi ini.. gatel pengen komentarin sijuput (again).. bukan tentang sijuputnya.. tapi tentang tulisan yang ada di stiker kaca belakangnya sijuput yang ada depan sijuput yang saya tumpangi..yang bikin eye-catching.. hehe.. kurang lebih bgini  tulisannya:

sopir juga manusia
beginilah cara kami
mencari nafkah untuk anak istri
jika kurang berkenan
mohon maaf

Berdasarkan sejarah persijuputan dari kacamata saya..mereka demeeennn banget yang namanya kebut2an plus serobot sana sini.. naaahh.. kalau semua sopir sijuput mikirnya kaya gitu semua.. dimafkan ya dimaafkan.. tapi klo keseringan apalah daya para penumpang yang hanya bisa pasrah duduk atau berdiri mematung dengan jantung yang berdetak lebih kencang tatkala berada di dalammu wahai juput.. ckckck..

*penulis yang aneh.. protesin mulu sijuput tapi naek sijuput mulu.. ckckck.. peace ah puuuttt.. (ditujukan pada sijuput)

Last Saturday on the Last February

The day when both of my best friend experienced their own extraordinary day, I’m sure.. Either sadness or happiness.. is gonna be our part of life..

Congratulation for your after-surgery.. Get well soon, Aji Kusuma.. 🙂

Congratulation for your marriage, Deva Lativah.. 🙂

Wish the best for you!

Bersahabat dengan Sijuput :p

Yup.. sijuput (si hijau putih) yang mengantar saya menuju tempat saya menghabiskan waktu lebih dari 8 jam per hari.. So, it’s almost 3 months I’ve been living in this unsleepable town yang juga berarti sudah hampir tiga bulan saya bersahabat dengan sijuput.. For those who live here,  know exactly the well-known sijuput.. I think you know what I mean by sijuput.. Yes! sijuput a.k.a kopaja.. hoho..

Sijuput merupakan sebuah kerangka bermesin dan beroda yang aneh bagi saya.. karena memang tidak ditemukan di kota kelahiran saya.. sepertinya, ukurannya yang nanggung (tidak sebesar bis dan tidak sekecil mobil pribadi) terlalu besar untuk ada di kota kelahiran saya..hehe.. Cerita punya cerita, banyak kejadian yang saya alami dari mulai proses perkenalan hingga persahabatan saya dengan sijuput.. At the beginning, saya suka ‘geumpeur‘ (a.k.a was-was) acapkali mulai dihadapkan dengan sijuput karena banyak cerita, rumor, maupun isu yang patut dipikirkan tentang sijuput, ya copetlah.. ya kebut2an lah.. @.@

Untuk naek sijuput harus sigap, dan setengah mengejar, why? jangan harap sijuput mau berhenti total untuk beberapa detik menunggu kita sang penumpang.. tekniknya, siap2 kaki kanan dan tangan untuk pegangan ke ganggang pintu kopaja.. 😀 belum ada kedua kaki kita mendarat di lantai sijuput, biasanya sang supir langsung tancep gas.. 😛 Nah, pada saat mo turun, 0.5 meter dari tempat perhentian sebaiknya siap2 menuju pintu turun.. Berhubung sijuput sangat2 tidak sunyi, kata2 “kiri, bang!” ga ampuh buat bikin sijuput berhenti.. so, kita musti ketuk2 jendela kaca dengan koin atau pake teknik ‘nyintreuk‘ (a.k.a ketuk2) langit2 sijuput sebagai pertanda kita mo turun.. dan inget! hukumnya wajib buat kita turun diawali dengan kaki kiri.. karena pengalaman saya, turun dengan diawali kaki kanan bikin kita ga seimbang daaann kemungkinan jatuh.. hehe.. dan jangan harap juga sijuput mau berhenti total menunggu kedua kaki kita mendarat di pinggiran trotoar atau jalanan, kadangkala di tengah jalan.. haha..

Pagi ini, sijuput memberi keanehan lagi.. as usual.. beberapa meter menuju pemberhentian, saya sudah siap2 stand by di pintu sijuput yang kebetulan saya saat itu ga pegangan dengan kuat siap2 mo ketuk2 langit2, daaann sijuput berhenti mendadak! duukkk!! si saya nabrak kursi dibalik pintu si juput! (weeewww.. lumayan tuh si kaki tangan bentur sana sini..:P) eehhh.. si abang tukang bakso eh abang supir sijuput malah ngomel2 ngedumel2, yang klo teman saya artikan, dia ngomelin saya gara2 ga sabaran mo turun.. huaaaaa… yang ngerem ngedadak siapa yang marah siapa?? ckckckck.. sijuput oh sijuput.. 😛

Walaupun sijuput punya banyak keajaiban yang bikin hati, kening, dan pikiran berkerut2 dan rasanya ingin meremas2 sijuput.. tapi sijuput tetap bisa diandalkan buat kesana kemari di kota betawi dengan harga ekonomis.. hoho 😀

Jakarta oh Jakarta

Minggu ke-tiga saya menjajaki sebuah kota baru, kota yang tak pernah terhenti dari hiruk pikuknya, kota yang tidak pernah tidur, ya! Jakarta. Sebuah kota metropolitan yang menunjukkan wajah asli sebuah kehidupan. Pada awalnya, tidak pernah terbayangkan akan hadir dan menghabiskan hari-hari saya di kota ini. Dimulai dari infrastruktur yang ada, kondisi udara, kondisi SDM, dan berbagai kondisi lainnya sangat jauh berbeda dengan kota tempat saya menghabiskan hampir seumur hidup saya.

Kesenjangan antar kelompok begitu kentara. Teringat kilometer per kilometer perjalanan saya dari kota kembang menuju ibukota dengan menggunakan sarana transportasi yang dikemudikan sang masinis, dibalik sebuah kemegahan gedung-gedung apartemen, mall, perkantoran, sebuah pemukiman kumuh bertebaran. Disamping mobil-mobil megah yang mengkilat dan berplat nomor baru yang berkeliaran di atas aspal jalan raya, banyak sekali mereka yang tinggal beratapkan jembatan atau jalan raya.

Hey, ini jakarta bung! Siapa cepat, dia dapat! Semua para pekerja dan pejalan kaki mengambil langkah seribu untuk menaiki tangga-tangga penyebrangan, jalur menuju halte busway, berlari demi mendapatkan tiket KRL menuju luar kota… So crowded! Hectic! Tidak hanya para pengguna trotoar, pengguna jalan raya pun sama, terutama para pengendara kendaraan umum, saling berebut penumpang, saling menyenggol (dalam arti yang sebenarnya) demi untuk menghindari limpahan penumpang dari kendaraan lainya yang beralih-alih akan mengambil rute lain.

Suatu sore, ketika duduk tepat disamping jendela sebuah kendaraan umum bercat hijau putih, sebuah motor terseret di aspal beberapa meter, yang membuat saya terkejut adalah nobody help or even care!!! Padahal di sepanjang track terseretnya motor tersebut, banyak calon penumpang yang sedang berdiri mematung. Beruntungnya, saat itu lalu lintas sedang tidak padat. The amazing thing is, si pengendara motor yang terguling, berdiri dan memposisikan motornya by himself!without anyhelp! dan kemudian kembali melaju. Friend of mine said “itu udah biasa fris disini”. Masya Allah, sekilas terpikirkan.. seperti ini kah kehidupan nyata di Ibu Kota? What a shocking moment for me as a newby!

However, I still do believe bahwa tidak semua penghuninya seperti itu, masih banyak warga disana yang cinta damai dan peduli sesama.. we’ll see.. 😉

Apapun kondisinya, this is the fact.. I’m part of it.. For NOW

The magic of words

Akhir-akhir ini saya sangat menggemari untaian kata yang dirangkum dalam sebuah kalimat mutiara. Mungki juga merupakan sebuah pengaruh dari kegiatan orientasi yang saya ikuti. Kata-kata yang menyusunnya sangat berunsur positif yang turut menarik positif pemikiran saya. We’ll see some points..

For your success in career: Meringanlah agar anda mudah untuk diangkat, merendahlah agar anda mudah untuk tinggi.. (berlaku juga untuk massa badan kah?? Hehehe :P), bermakna dalam ketika saya melihat sebuah jabatan yang makin tinggi dipegang seseorang, maka semakin bijaklah orang tersebut.. Sederhananya, ada seseorang yang petantang-petenteng akan sulit untuk dipromosikan atau diajukan untuk kenaikan pangkat atau jabatan..

As my best friend ever said: Do your best! Let Allah SWT do the rest.. Saat saya mengalami sebuah kesedihan, seorang sahabat mengingatkan saya dengan kalimat tersebut. It was so powerfull! Sehingga mampu membuat kesedihan berubah menjadi sebuah pandangan positif.. thanx bro! J

Sebuah majalah mengutip dari Mbah Dalai Lama: Teman-teman lama pergi, teman-teman baru bermunculan. Seperti juga hari-hari kita. Hal yang terpenting adalah membuatnya penuh arti: teman yang penuh arti atau hari yang penuh arti. hmm.. lama menjalin sebuah hubungan dengan berbagai karakteristik teman, kalimat ini serasa sebuah opini lain yang memberikan warna positif tersendiri bagi saya.. dan tentunya memberikan pertanyaan dan tugas baru bagi saya.. apakah saya merupakan teman yang penuh arti dan membuat hari-hari saya penuh arti?

Mbah Enstain bilang: Setajam-tajamnya pemikiran manusia, masih lebih tajam ujung pena. *so, musti rajin2 mencatat.. nge-blog termasuk juga ga ya? Hihihi 😛

Jika kita mau mendalami sebuah makna dalam sebuah kalimat positif, semuanya ternyata make sense! J entah karena begitu nyatanya atau aura positif yang dikandung *ceileh bahasanya bak cenayang:P

Overall… be positive! Karena berpikiran positif itu menenangkan dan menyenangkan!;)