By the time peacefullness visit my heart

This afternoon I was praying Maghrib jamaah with an Arabic Imam delivering such a beautiful sound of a suroh.. then I felt like stabbed by a touchy feeling.. peacefullness, the word I’ve been searching for so long.. and there the tear came, I cried.. Suddenly I realize that I’ve been missing reading Quran, listening Quran, even listening to Adzan which is impossible to find in this city..

Thank you Allah SWT, for always remind me that you always be with me 🙂

Advertisements

Fw: Nilai Kesetiaan Karena Allah SWT

Nice share dari milis.. 🙂

Sisi keseharian sang suami yang Insya Allah luar biasa.. Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi sang suami masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang keempat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari sebelum berangkat kerja sang suami sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor sang suami tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi sang suami sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan sang suami lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing sang suami memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’. Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian…. *sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Sang bapak menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya Sejenak meledaklah tangis anak-anaknya, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Akhirnya pertanyaan kepada sang bapak terjawab sudah,,, “’kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa…. Dijawab Sang ayah : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga,pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu.. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi diasakit…” Sambil menangis ”Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…

”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

 

Source: Contact Zisco Online: Muhlanda Aliv AnabaZIS Consultant On LineJl. Turangga 25c Bandung 40263Telp. 022 7332407 Fax. 022 7332478Email. aliv.rumahzakat@gmail.comYM, aliv_rumahzakatMobile. 0838 2082 2674www.rumahzakat.org

Hati

“Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Al-Quran atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kita kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya. Misalnya, di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketentraman jiwa, ketentraman pikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai saat ini bukanlah hatimu.” (Al-Hadist)

thank you sharty,, for reminding me 🙂

C.R.Y

When was the last time you cry?
Me?

It was several days ago…

Lied on my green bed…

Felt the pain of head-ache attack…

Couldn’t bear it anymore…

I Cried…

Suddenly I realize..

It’s been a long long time ago I didn’t cry..

The tear of pain…

Then it reminded me..

How I supposed to be a very grateful person..

To be given the health, the happiness, the strenght to keep struggle till the minutes before the pain came… hufff..

Thank you My Lord…for the reminder 🙂

Ketika hati selalu merasa kecewa…

Akhir-akhir ini seringkali saya merasa banyak kecewa… Banyak mengeluh dan merasa tidak puas dengan apa yang ada…  kurang mensyukuri apa yang ada… Feel like there’s something missing in my heart…

Hmm… jadi merenung… Apa selama ini saya tidak berkhusnudzon pada Allah SWT?

 _________________________________________________________

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.

Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.

Setidaknya ada tiga tahap yang harus kita tempuh usaha meningkatkan kualitas keyakinan. Pertama, <I>’ilmul yaqin<I>. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, di Mekah ada Kabah. Kita percaya karena teorinya bicara seperti itu. Di sinilah pentingnya belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin luas pengetahuan kita tentang sesuatu, khususnya tentang Dzat Allah Azza wa Jalla, seakan kita memiliki bekal untuk berjalan mendekat kepada-Nya.

Kedua, <I>’ainul yaqin<I>. Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu memang ada di Mekah karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, akan lebih kuat dibandingkan keyakinan karena ilmu.

Ketiga adalah <I>haqqul yaqin<I>. Orang yang telah <I>haqqul yakin<I> akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, keyakinan akan jauh lebih mendalam. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya. Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses dan tahapan-tahapan, mulai dari <I>’ilmul yaqin, ‘ainul yaqin<I>, hingga <I>haqqul yakin<I>.

Saudaraku, sesungguhnya semua yang ada adalah milik Allah. Sungguh rugi orang-orang yang hatinya bergantung kepada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sungguh sayang jika kita mengatakan bahwa Allah Mahakaya, namun kita takut tidak mendapatkan rezeki. Kita tahu bahwa Allah Maha Menentukan segala sesuatu, Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun kita sering risau tidak mendapatkan pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat <I>’ainul yaqin<I> dan belum sampai ke tingkat <I>haqqul yaqin<I>.

Mengapa ada orang yang keluar (murtad) dari Islam? Sebabnya, keyakinan yang dimilikinya baru sebatas ‘ilmul yaqin; sebatas tahu bahwa Islam itu baik, namun ia belum merasakan bagaimana indahnya Islam. Saudaraku, keyakinan yang hanya sebatas ilmu belum cukup membuat kita istikamah. Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari.

Ibnu Atha’illah mengungkapkan, “Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.”

Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus selalu kita jaga. Bagaimana agar hati kita terbuka? Berusahalah untuk meneliti dan mengenali aneka hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati hanya akan berfungsi jika ia bersih dari noda dosa dan maksiat. Hati yang kotor sangat sulit menangkap sinyal-sinyal Ilahi. Mirip kaca. Ia tidak bisa memantulkan cahaya, tidak bisa merefleksikan sebuah objek jika penuh karatan. Syaratnya, ia harus bersih. Hati akan bersih jika kita merawatnya. <I>Wallaahu a’lam<I>.

 _________________________________________________________

Rasanya kutipan tulisan ini sudah sedikit banyak menjawab pertanyaan saya… dan semoga juga menjadi jawaban untuk para blogger yang mengalami hal yang sama… 🙂 

Mari berkhusnudzon pada-Nya… 😉 

 

 

Source: http://wijayalabs.multiply.com/journal/item/25

Penyakit Orang Dewasa.. Heuheu

Knapa saya tulis penyakit orang dewasa?? Hmm.. hasil analisis saya.. semakin dewasa usia seseorang, semakin banyak problematika yang akan dihadapi.. semakin banyak pikiran maka semakin besar peluang untuk merasa stress atau depresi.. haha.. Ini merupakan postingan tips yang saya kutip dari milis yang lumayan salah satu solusi logis dan sederhana buat saya.. hoho..

Semoga bermanfaat.. 😉

____________________________________________________________

Pernah merasa depresi menghadapi pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Atau, putus asa di tengah deraan masalah yang mengganggu bisnis anda?

Sebenarnya, sangatlah mudah untuk menghindari depresi dan lebih menikmati hidup. Langkah pertama dan yang paling penting adalah berada pada saat ini (In The Moment). Mulai fokus pada hal kecil yang biasa anda lakukan dan nikmati prosesnya. Seperti saat anda membuat kopi di pagi hari kemudian NIKMATI saat anda meminum kopi. Cobalah untuk tidak berpikir tentang hal yang lain.

Kosongkan pikiran dari segala kekhawatiran. Mungkin hal ini berat dilakukan terutama bila anda mempunyai tanggungan atau keluarga. Tapi ini sangat penting paling tidak untuk sementara, dan yakinlah bahwa 80% dari kekhawatiran tidak akan pernah terjadi, dan masalah apapun PASTI akan ada solusinya.

Lakukan apa yang anda senang lakukan pada masa kecil sebagai refreshing, seperti main bola, naik sepeda, berlarian pada saat hujan, dll.

Lihatlah ke ke langit dan nikmati hari yang cerah ataupun hari hujan. Bagaimanapun juga tiap hari adalah karunia Tuhan yang penuh dengan berkah. Tarik nafas panjang dan biarkan pikiran anda lepas

Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada seorangpun didunia ini yang seperti anda. Anda menarik, hebat dan luar biasa dengan cara anda sendiri.

Jangan pernah menghukum diri sendiri karena ketidak mampuan orang lain untuk menghargai dan mencintai anda. Katakan pada diri anda sendiri bahwa orang tersebut tidak layak mendapatkan waktu anda dan mulailah kehidupan anda yang baru SEKARANG.

Tetap Semangat!!

I’m Trapped!!

As usual..

Pagi2 bangun… Mandi… Sarapan… Ngantor… Pulang sore ato malem klo lembur (cape mata liatin monitor berjam2).. Sampe rumah ngaso sambil nonton opera pan java sambil makan malem.. Mandi dsb.. Trus tidur… Pagi2nya bangun lagi… daannn balik lagi ke kegiatan yang kmarennya…

Awal bulan… ajang bales dendam gara2 gawe berhari2 yang bikin mumet… mentang2 baru gajian… Jalan, nonton, makan enak, ngobrol sana sini bisa bareng2 temen bisa sendiri mengautis di mall2 (lebih seringnya sendiri siy.. dalam rangka pencarian jati diri.. halah), bergitar2… pokonya ceritanya have fun!!!

Tengah bulan… pundi2 udah jelas tipis.. tingkat kehedonan berkurang.. kerja makin males.. hahaha… 😀

Akhir bulan… makin ga bisa hedon.. secara udah abis jatah hedonnyah!! Haha… yang ada bodi makin berat karna kebanyakan cari makanan enak (makanan enak = pelampiasan stress dan kebosanan yang bertubi2)… ya lumayan melakukan hal yang berguna biasanya.. beberes kamar!! Yang udah berdebu debu.. hihihihi:P daaann masak! (klo lagi mau, tapi kebanyakan malesnya) :p

Huaaaaaaaa… ampun deh!!! Udah berbulan2 itu2 aja yang jadi rutinitas saya sebagai pekerja… Hfff… mulai terjebak dan mulai bosan… Klo gitu caranya, apalah arti hidup, freezzz?? Ya Allah… ckckckck..

Rasanya hidup saya sudah mendewakan kerja deh.. hikz… TRAGISSS…!!! T.T

C’mon!!!! Hidup ga Cuma itu frizz!!!