Lama ga update postingan gara-gara sibuk ga jelas.. hahaha.. *alasan klise

Menjelang kepindahan saya ke instansi yang baru, otomatis saya harus serah terima jabatan dulu dengan pengganti saya.. Transfer ilmu dan jobdesc.. Plus, reporting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan yang merupakan tanggung jawab.. udah gitu, ada tambahan kerjaan pula yang harus saya bereskan… yyuuuu…

Plussss… persiapan pindahan dan persiapan nikahan sahabat saya, yang otomasti perlu jadwal khusus untuk beli bahan kebaya, beli kerudungnya, jait kebanyanya, dan kegiatan keputrian lainnya.. heuheu..

It just several days left for me to leave my lovely family, bestfriends, and neighborhood for my future career… so, di bulan ini juga saya banyak janji untuk reunian a.k.a ngumpul-ngumpul di tiap weekend dan bahkan di jam-jam pulang kerja… sampe tengah malem pun, hajar!!! hahahah :) )

Ditambah lagiiii… rumah lagi direnovasi pula! otomatis rumah berdebu selalu… otomatis banyak kerjaan rumah yang numpuk sepulang kantor.. plus lagi ibu saya belum pulih total pasca operasi… So, waktu 24 jam nampak berlalu cepaaaaaat sekali… :(

But, I enjoy it.. semua memang harus dinikmati… Alhamdulillah masih banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tersayang yang belum tentu bisa saya sering temui pasca pindahan nanti…

For now,  saya akan hadir untuk keluarga, sahabat-sahabat, dan untuk semuanya… karena setiap detik yang dilewati itu sangat berharga dan indah untuk dikenang.. :)

Gonna miss u all…..

On Family gathering a.k.a Arisan keluarga…

Q: “Teh, mana atuh calon teh?”

A: “Tenang ua… itu mah ntar aja kalo kerjaan udah jelas”

 

Arisan berikutnya…

Q: “Fris, kumaha padamelan teh? ayeuna dimana?”

A: “Di konsultan sambil coba2 yang lain juga, mang”

 

Pertemuan lain…

Q: “Alhamdulillah geuning tos katampi di ditu. Nah pan padamelan tos gaduh, atuh kapan nikah?”

GUBRAAAAAAAAKKK!! *masih inget aja nih

A: (cari jawaban aman) “Siap2 terima undangan aja, ua”

Q: “Sok atuh paduluan2 dengan jeung si neng”

*emangnya F1? balapan? Hahahahahah.. :) )

Abis merid, pasti ditanya kapan punya anak, abis punya anak ditanya kapan ngasih ade, berikutnya kapan si anak nikah… dst… What a never-ending life-question.. hohohoho…:P

 

Nov, 9th 2009

Kereta Bandung-Jakarta, deadline daftar ulang. Tidur sepanjang perjalanan secara AC pol! plus malem sebelumnya tidur cuma 3 jam gara2 nyiapin berkas yang belom komplit untuk daftar ulang hr ini.. (Ulah keganasan sistem deadline.. haha). Busway Jakarta. Gelantungan dan transit sampai akhirnya tiba di tujuan dengan selamat. Berkas yang sudah komplit bin lengkap (secara udah dipelototin dan dicek kelengkapannya berhari2) diserahkan. Di checklist. Lengkap semua. Dikasih jadwal training dan dipersilahkan pulang… (hadoooohhhh.. jauh2 ksono, cuma gitu doanggg??ckckck) akhirnya meluncur balik ke stasiun Gambir. Makan siang. daannn tidur siang di kereta Jakarta-Bandung.. Hahaha.. Otw ke Bandung, ada yang telfon.. “mba, wawancara besok bisa?”.. huaaaa… ditanyain ternyata.. langsung dengan berat hati bilang “ga diambil mba, sy mengundurkan diri”.. Stasiun Bandung, mushola. Kepikiran mau nge-mandep, tapi dapet kabar kalau ibunda tercinta siap-siap ke rumah sakit, bed rest buat persiapan operasi. Langsung melundur ke rumah. Rumah. Ngaso sebentar langsung siap-siap cabut ke RS. Santosa Hospital. Nemenin mamah sambil nonton Discovery Channel (secara di rumah ga punya parabola.. ndeso.. haha). Tengah malem, pulang ke rumah.. dan haripun berganti.. :D

Nov, 10th 2009

Masak buat sarapan.. hoho.. Beres2 rumah dan beres2 diri :P . Santosa Hospital. Menunggu 3 jam di ruang tunggu operasi. Mamah siuman dan mulai mengenal anak tercinta, dan saya langsung meluncur ke rumah mengantar nenek yang ikut menunggu operasi mamah, mengantar sang adik sampai menemukan DAMRI sang tambatan hati.. haha.. dan ke kantor mengingat ada meeting dengan rekan seruangan dan saya yang menetapkan jadwal itu. Kantor. Meeting – brainstorming. Tiba2 di telfon “Teh, mamah udah mo pulang sore ini juga. Jemput ya jam 4an.” Hyaaaaahhh.. baru juga bentar nongol di kantor. Back to Santosa. Beres2 bawaan mamah dan papah beresin masalah administrasi. Setelah beres semua, I’m Home! :) Rumah. Tamu2 yang entah darimana dapet info mamah operasi pun berdatangan, pertanda new job! menjamu.. haha.. Tiba2 laper dan tiba2 pengen bakso malang.. Sekalian mengantar titipan teman, akhirnya ditemani sang motor tercinta meluncur ke arah buah batu.. less than 50kmph!bukan si gw banget!! haha.. maklum lagi melepas lelah dan menikmati indahnya malam2 bermotor..:P Enggal. Beli bakso malang yang menggoda, dibungkus. Daaannn.. makan malamlah saya dengan sang bakso…. Yummy!!!!!!! What a Nice Closing. wasn’ t it?? hahaha :D

oya…..Happy birthday, Dad!!Maaf cuma bakso malang… huhuhu.. Wish the best for u.. always…:)

Sudah berminggu rasanya saya meninggalkan aktivitas blogging.. maklumlah lagi semangat berburu! haha..

This is me.. never stop searching for my best in every single of my day sejak detik saya mengenakan baju kebesaran (toga-red).. Saat itu, saya dengan idealisme sebuah anak bangsa bertitel strata satu lulusan sebuah universitas gajah ternama (katanya), punya sebuah angan bahwa suatu saat nanti, saya akan menjadi seorang wanita karir yang bergelut dengan dunia perminyakan atau pertambangan yang penuh tantangan yang sesuai dengan bidang keilmuan saya, mengenakan kostum lapangan yang biasanya berwarna menyala, mengenakan helm dan kacamata pelindung, dengan sebuah latar  site tambang dengan berpuluh dumptruck besar yang tentunya berpuluh-puluh kali lipat besarnya dibandingkan saya..:P dan tentunya dengan income yang luar biasa besarnya.. hehe.. dengan egosinya saya memilih ogah untuk berkakarir di jalur PNS.. ckckckck :P

Dulu, jaman mahasiswa, dengan ringannya (atau lebih tepatnya dengan sombongnya) saya beranggapan bahwa lulusan institut gajah ini terjamin masa depannya yang dimulai dari kemudahan mencari kerja.. :D Jauh, man! hidup itu ga semudah yang dibayangkan.. demi mewujudkan angan, saya ladeni semua vacancy yang mengarah, tahap demi tahap seleksi pun saya ikuti dan diiringi dengan doa tentunya.. mulai dari oil gas company bertaraf internasional, nasional, hingga BUMN dan akhirnya PNS (dicoba karena mulai pesimis dengan keadaan).. Ibukota dan kota hujan pun menjadi saksi.. haha..

Entah saya sebut ini ironis, malang, untung atau apapun itu, saya bisa lulus hingga tahapan akhir yang umumnya jika tahap itu saya bisa lewati, maka satu langkah akhir lagi saya resmi bekerja di perusahaan itu.. harapan makin membumbung tinggi ketika makin banyak tahapan yang berhasil saya lewati, dan hal ini berbanding lurus dengan sebuah kata kecewa yang kadarnya akan makin tinggi dengan tahapan kegagalan yang saya alami..

Tak jarang hati yang awalnya tegar dan tetap bersabar, mulai terkikis hingga muncul berbagai keluhan, pesimistis, hingga pikiran negatif.. Doa yang dipanjatkan serasa tak disentuh Yang Maha Kuasa (Duh Gusti, hampura).. Diri ini sempat terjerumus dalam kegamangan luar biasa untuk menghadapi fakta bahwa perjuangan yang dilakoni tak membuahkan hasil.. sebuah titik rendah yang saya lampiaskan dalam hari-hari yang penuh dengan lamunan dan kebingungan.. Bagaimana tidak? saya seorang lulusan institusi yang dibanggakan banyak orang, ber-IP tinggi, berusaha pontang-panting kesana kemari, namun kenyataan serasa sama sekali tidak berpihak.. hingga akhirnya ada sebuah tawaran kerja yang jauuuhhh dari angan bahkan jauh dari bidang keilmuan dan saya ambil…

Dari titik masa itulah saya menemui rekanan, sahabat, dan banyak makna hidup melalui evaluasi diri… mindset saya mulai beralih dari tarikan negatif menuju positif.. mulai melihat ke bawah, bahwa hidup saya masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain yang jauh lebih berpeluh dalam menjalani detik-detik hidupnya… hidup itu untuk ibadah, bukan untuk kehidupan duniawi semata, dan hidup sudah seharusnya dijalani dengan sebuah keihklasan dan penuh rasa syukur..

We learn wisdom from failure much more than from success. We often discover what will do, by finding out what will not do; and probably he who never made a mistake never made a discovery – Samuel Smiles

Saya mulai menemukan terapi pemulihan kondisi untuk segera bangkit dari sebuah keadaan yang saya sebut ‘futur’ dan ‘terpuruk’.. hingga di kemudian tahunnya panggilan tes pekerjaan berdatangan dan lowongan kerja bermunculan.. sebuah harapan besar kembali muncul di benak.. diawali dengan sebuah niat, doa dan ikhtiar..

Bismillah, ya Allah mudahkan dan lancarkan langkah saya..

Saya kembali menuju sebuah pencarian dan kembali menemukan penantian ketika di tahap-tahap akhir umumnya perusahaan asing cenderung unpredictable dalam memberikan pengumuman kepada para kandidatnya.. saya pun kembali harap-harap cemas.. :P

Deringan telefon dari sumber yang saya kenal, tak kunjung memanggil… saya mulai mengevaluasi, apakah ada yang salah dengan saya? Setiap doa yang saya panjatkan berharap agar perusahaan tersebut berkenan menerima saya… namun, kondisi tak bergeming.. hingga akhirnya saya menyadari bahwa saya terlalu egois meminta sesuatu yang menurut saya baik tapi belum tentu menurut Allah SWT..

Ya Allah ya Rabb.. Berikanlah yang terbaik untukku..

Hingga akhirnya sebuah pengumuman online sebuah departemen pemerintahan mencantumkan nama lengkap saya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.. Alhamdulillah.. Sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi saya.. Cerita tidak berhenti sampai disitu.. saya kembali dihadapkan dengan sebuah angan dan mimpi indah saya dahulu.. dengan mengambil langkah ini, tentunya akan menjauhkan saya dari mimpi saya 180 derajat dan akan menjebak saya dalam sebuah stagnansi, yaitu kontrak hingga masa pensiun saya..

Saya hanya manusia biasa, yang memiliki idealisme, egiosme, dan sebagainya.. tetapi hidup memang terkadang sesuai dengan keinginan.. Hidup perlu untuk realistis.. saya sebagai wanita, tentunya memang berpeluang  lebih kecil dibandingkan kaum pria untuk bekerja di lapangan, suatu saat saya akan membina rumah tangga dan mengemban amanah sebagai istri dan ibu.. dengan saya bekerja di lapangan mungkin akan ada kesulitan tersendiri bagi saya..

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-baqarah;126)

Langkah yang saya ambil ini bukan berarti saya mengubur dalam-dalam obsesi saya.. coz hey! I am gifted an incredible brain.. I’m sure I’ll found another way to bring it into reality.. Saat ini, saya akan menjalani dan mensyukuri semua anugrah yang Allah SWT berikan kepada saya..

Ya Allah..

jika langkah ini memang yang terbaik bagiku..

untuk menuju syurga-Mu..

untuk meraih ridho-Mu..

dan tegaknya Dien-Mu..

Bimbinglah saya agar selalu istiqomah di jalan-Mu..

Hidup memang penuh misteri, hanya Allah SWT yang tahu persis apa yang akan terjadi esok.. Wallahualam..

Kisah ini bermula dari sekitar beberapa bulan lalu saat saya window shopping ke sebuah pusat perbelanjaan yang namanya mirip dengan daerah istimewa (jogja-red).. Lirik sana sini tiba-tiba ada yang menarik hati..

Disitu tergantung sebuah rok manis bermotif garis vertikal dengan gradasi warna coklatnya yang mirip dengan warna coklatnya ice cream.. hmm.. yummy!!! sebenernya modelnya biasa dan mirip model rok SMA… tapi menurut saya it’s so simple and sweet… lalu saya observasi harganya… jreng2!!! ga deh! secara menurut fashion history saya, rok bakalan sangat amat jarang akan saya pakai.. huehehe.. ribet soalnya!!

Beberapa bulan belakangan.. sambil menemani ibu saya yang lagi hunting kado buat tetannga yang baru melahirkan, saya masih melihat si rok manis terpajang manis dan melambai-lambai mesra pada saya (lebay:p), selain itu, disebelahnya terpampang kontras angka putih diatas kertas merahnya… 20%.. huweeee!!! naluri kewanitaan saya tergoda!! *lumayan, diskon cing! hueheheh…

Berhubung di counter sang baju ga ada tempat nyoba alias fitting room.. saya cari counter lain yang deket sama fitting room.. alhasil saya temukan counternya, tapi tidak dengan sang rok manis.. berhubung malas bolak balik, akhirnya saya coba rok serupa tapi tak sama dengan ukuran saya tentunya.. haha… cukup dong! betapa bahagia sayaa…

Akhirnya saya putuskan untuk belik si rok manis di counter sebelumnya dengan asumsiwalo model beda tapi ukuran sama.. dan.. tiba di rumah dengan euforia kemenangan mengalahkan batin untuk membeli sang rok, saya coba.. ternyata oh ternyata.. euforia saya berubah menjadi duka (haduh bahasanya lebaistis:P) sang rok terlalu ketat, cing! oh tidaaakkk!! T.T

Ibu saya menganjurkan untuk menukar rok tersebut dengan yang lebih muat… Saya terlanjur cinta dengan sang rok!!! saya pun memutuskan untuk keukeuh -entah gimana caranya- memastikan kalo suatu saat saya bisa memakai rok cantik itu dengan ‘pas’… hahahaha… yang jelas… sang body harus bisa menyesuaikan dengan keadaan rok, which means.. turunkan berat badan, fris!!!!! hahahahahah…

Hingga cerita ini diturunkan, si rok cantik tetap menggantung manis di balik pintu kamar.. dengan harapan.. akan memacu dan memotivasi saya untuk bisa sesegera mungkin memakai si rok cantik.. tapi kenyataan berbeda.. rok tetap menggantung dengan manis, saya pun enggan berhenti makan yang manis2.. huahahahah.. parah!!:))

Lihat saja nanti wahai rok! aku akan memakaimu!!! muhahahahah :D (paramater batas waktu tak terdefinisikan:P)

Remembering the extraordinary things started by a big dream…

At that moment…

Facing a purely white paper on my short desk…

I over viewed and challenged  myself to draw…

The sketch of my future path…

too much hesitation…

too much negativity…

too much pessimistic…

that I couldn’t do it…

Suddenly I realized something…

What a pathetic me!!

No more time to drown in sorrow, frezz!! WAKE UP!!

.. tidak akan sempat jika kita terlalu sibuk bersyukur :)

.. ingat seseorang

.. ada yang berbeda dari dia

.. dirinya yang selalu ada menjadi maya

.. dirinya yang humoris berubah serius

.. dia jadi DINGIN

.. saya jadi sebal sendiri

.. saya bertanya-tanya

Ada apa dengan muuuuuu?

Would you please, tell me..

“Is there something wrong with me??”

Terlalu banyak diam… ternyata membuat saya terlalu banyak berfikir…

Dear all..

Cerita punya cerita, kegiatan tahunan yang tak terlewatkan bagi saya dan keluarga adalah mudik ke Cirebon. And as usual, I am the driver! hehe..

Berawal pada saat saya masih kelas 2 SMU, tercetuslah ide sang ibu untuk menambah kemampuan saya dalam supir menyupir.. (sekaligus kaderisasi supir cadangan keluarga dikala papah, ua, atau om berhalangan untuk jadi supir.. haha). Dalam seminggu rutin, saya mengikuti kursus dan di minggu berikutnya punya SIM A (padahal belum 17 tahun :P ).

SIM ditangan, tapi mobil masih belum ibunda relakan untuk saya menyentuhnya karena sudah berkali-kali sang mobil kena baret gara-gara saya.. haha.. tapi berhubung kalau kemampuan setir mobil ga digunakan bisa lupa, akhirnya ibunda pun rela menyerahkan sang mobil dengan setengah hati.. hihi… Akhirnya, rajin-rajin latihanlah saya. Pagi-pagi buta mumpung jalan masih kosong, saya kudu keliling kota (bukan kota ding! komplek aja ko).. heu..

Sampai tiba suatu saat.. Sekitar 6 tahun yang lalu sekaligus beberapa bulan setelah dapet SIM.. Waktunya mudik! Daaannn…  Ayahanda request “Teh, teteh aja yang nyetir”… yang kaget bukan hanya saya! Ibu dan Adik saya puuuunn kaget setengah mati! secaraaaaa… si saya anak kmaren sore!! dan sayaaaa.. saat itu cuma punya satu modal! NEKAT!! haha :D

FYI, kondisi saat itu: saya pemula dan masih kagok mindahin gigi maupun nginjek rem, saya ga tau persis medan perjalan bandung-cirebon secara di tahun2 sebelumnya saya hanyalah a sleeping beauty passengger.. haha, saat itu hujan gede plussss gelap banget secara malem hari… keadaan itu yang bikin geger semua yang ada di mobil sampai2 ga ada kesempatan untuk ngantuk2… Pokoknya semua mata tertuju pada jalan di depan.. Hahaha… Sepanjang perjalanan, sang ibunda ga ada henti2nya komat kamit komentar tiap gerakan setir.. “ati2!!” “Awaaass!!” “jangan ngbut2!!!” “Reeemmmm!!” dan teriakan sejenisnya.. hahaha..ampuuunn deehh..:P

Akhirnyaa… alhamdulillah sampai selamat di tujuan tanpa kurang apapun… di kemudian harinya, perjalanan pulang ke bandung pada siang hari and it was shocking!! ternyata medan apalagi medan sekitar Cadas Pangeran yang ditempuh curam, terjal dan kanan kirinya adalah jurang pemirsa!! ahahahah…   

Di tahun2 berikutnya dengan alih2 untuk memperlancar setir-menyetir, sayalah yang ditunjuk untuk jadi supir mudik… daaannn yang lain pun tertidur pulassss selama perjalanan… hhfffffff… ga hanya ntuk perjalanan luar kota, untuk perjalanan dalam kota pun jadilangganan… anter ibu, tante, nenek, kakek, om, ua, sepupu, dkk… Resmilah saya menjadi the driver selama 6 tahunan! weeewwww :D

Nyetir ke luar kota sebenarnya lebih leluasa daripada di dalam kota karena jarang ada antrian mobil (kecuali saat arus mudik atau arus balik sangat2 padat), jarang ada lampu merah, bisa ngebut.. huehehe, dan pastinya pemandangan yang seru… Komentar tentunya tetep ada.. paling sering.. “Jangat Ngebut2!!!!!” secara kebiasaan nyetir luar kota, otomatis minimum speed 80kmph dong! ckckck.. so, ga heran klo para sepupu bilang “ayo kita ber-F1!!” atau “mobil turbo!!” saat si saya yang nyetir.. gehehe.. ampuuuunnn… tobat friss.. tobat!!! :P

Next Page »