Sudah berminggu rasanya saya meninggalkan aktivitas blogging.. maklumlah lagi semangat berburu! haha..

This is me.. never stop searching for my best in every single of my day sejak detik saya mengenakan baju kebesaran (toga-red).. Saat itu, saya dengan idealisme sebuah anak bangsa bertitel strata satu lulusan sebuah universitas gajah ternama (katanya), punya sebuah angan bahwa suatu saat nanti, saya akan menjadi seorang wanita karir yang bergelut dengan dunia perminyakan atau pertambangan yang penuh tantangan yang sesuai dengan bidang keilmuan saya, mengenakan kostum lapangan yang biasanya berwarna menyala, mengenakan helm dan kacamata pelindung, dengan sebuah latar  site tambang dengan berpuluh dumptruck besar yang tentunya berpuluh-puluh kali lipat besarnya dibandingkan saya..:P dan tentunya dengan income yang luar biasa besarnya.. hehe.. dengan egosinya saya memilih ogah untuk berkakarir di jalur PNS.. ckckckck :P

Dulu, jaman mahasiswa, dengan ringannya (atau lebih tepatnya dengan sombongnya) saya beranggapan bahwa lulusan institut gajah ini terjamin masa depannya yang dimulai dari kemudahan mencari kerja.. :D Jauh, man! hidup itu ga semudah yang dibayangkan.. demi mewujudkan angan, saya ladeni semua vacancy yang mengarah, tahap demi tahap seleksi pun saya ikuti dan diiringi dengan doa tentunya.. mulai dari oil gas company bertaraf internasional, nasional, hingga BUMN dan akhirnya PNS (dicoba karena mulai pesimis dengan keadaan).. Ibukota dan kota hujan pun menjadi saksi.. haha..

Entah saya sebut ini ironis, malang, untung atau apapun itu, saya bisa lulus hingga tahapan akhir yang umumnya jika tahap itu saya bisa lewati, maka satu langkah akhir lagi saya resmi bekerja di perusahaan itu.. harapan makin membumbung tinggi ketika makin banyak tahapan yang berhasil saya lewati, dan hal ini berbanding lurus dengan sebuah kata kecewa yang kadarnya akan makin tinggi dengan tahapan kegagalan yang saya alami..

Tak jarang hati yang awalnya tegar dan tetap bersabar, mulai terkikis hingga muncul berbagai keluhan, pesimistis, hingga pikiran negatif.. Doa yang dipanjatkan serasa tak disentuh Yang Maha Kuasa (Duh Gusti, hampura).. Diri ini sempat terjerumus dalam kegamangan luar biasa untuk menghadapi fakta bahwa perjuangan yang dilakoni tak membuahkan hasil.. sebuah titik rendah yang saya lampiaskan dalam hari-hari yang penuh dengan lamunan dan kebingungan.. Bagaimana tidak? saya seorang lulusan institusi yang dibanggakan banyak orang, ber-IP tinggi, berusaha pontang-panting kesana kemari, namun kenyataan serasa sama sekali tidak berpihak.. hingga akhirnya ada sebuah tawaran kerja yang jauuuhhh dari angan bahkan jauh dari bidang keilmuan dan saya ambil…

Dari titik masa itulah saya menemui rekanan, sahabat, dan banyak makna hidup melalui evaluasi diri… mindset saya mulai beralih dari tarikan negatif menuju positif.. mulai melihat ke bawah, bahwa hidup saya masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain yang jauh lebih berpeluh dalam menjalani detik-detik hidupnya… hidup itu untuk ibadah, bukan untuk kehidupan duniawi semata, dan hidup sudah seharusnya dijalani dengan sebuah keihklasan dan penuh rasa syukur..

We learn wisdom from failure much more than from success. We often discover what will do, by finding out what will not do; and probably he who never made a mistake never made a discovery – Samuel Smiles

Saya mulai menemukan terapi pemulihan kondisi untuk segera bangkit dari sebuah keadaan yang saya sebut ‘futur’ dan ‘terpuruk’.. hingga di kemudian tahunnya panggilan tes pekerjaan berdatangan dan lowongan kerja bermunculan.. sebuah harapan besar kembali muncul di benak.. diawali dengan sebuah niat, doa dan ikhtiar..

Bismillah, ya Allah mudahkan dan lancarkan langkah saya..

Saya kembali menuju sebuah pencarian dan kembali menemukan penantian ketika di tahap-tahap akhir umumnya perusahaan asing cenderung unpredictable dalam memberikan pengumuman kepada para kandidatnya.. saya pun kembali harap-harap cemas.. :P

Deringan telefon dari sumber yang saya kenal, tak kunjung memanggil… saya mulai mengevaluasi, apakah ada yang salah dengan saya? Setiap doa yang saya panjatkan berharap agar perusahaan tersebut berkenan menerima saya… namun, kondisi tak bergeming.. hingga akhirnya saya menyadari bahwa saya terlalu egois meminta sesuatu yang menurut saya baik tapi belum tentu menurut Allah SWT..

Ya Allah ya Rabb.. Berikanlah yang terbaik untukku..

Hingga akhirnya sebuah pengumuman online sebuah departemen pemerintahan mencantumkan nama lengkap saya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.. Alhamdulillah.. Sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi saya.. Cerita tidak berhenti sampai disitu.. saya kembali dihadapkan dengan sebuah angan dan mimpi indah saya dahulu.. dengan mengambil langkah ini, tentunya akan menjauhkan saya dari mimpi saya 180 derajat dan akan menjebak saya dalam sebuah stagnansi, yaitu kontrak hingga masa pensiun saya..

Saya hanya manusia biasa, yang memiliki idealisme, egiosme, dan sebagainya.. tetapi hidup memang terkadang sesuai dengan keinginan.. Hidup perlu untuk realistis.. saya sebagai wanita, tentunya memang berpeluang  lebih kecil dibandingkan kaum pria untuk bekerja di lapangan, suatu saat saya akan membina rumah tangga dan mengemban amanah sebagai istri dan ibu.. dengan saya bekerja di lapangan mungkin akan ada kesulitan tersendiri bagi saya..

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-baqarah;126)

Langkah yang saya ambil ini bukan berarti saya mengubur dalam-dalam obsesi saya.. coz hey! I am gifted an incredible brain.. I’m sure I’ll found another way to bring it into reality.. Saat ini, saya akan menjalani dan mensyukuri semua anugrah yang Allah SWT berikan kepada saya..

Ya Allah..

jika langkah ini memang yang terbaik bagiku..

untuk menuju syurga-Mu..

untuk meraih ridho-Mu..

dan tegaknya Dien-Mu..

Bimbinglah saya agar selalu istiqomah di jalan-Mu..

Hidup memang penuh misteri, hanya Allah SWT yang tahu persis apa yang akan terjadi esok.. Wallahualam..

Kisah ini bermula dari sekitar beberapa bulan lalu saat saya window shopping ke sebuah pusat perbelanjaan yang namanya mirip dengan daerah istimewa (jogja-red).. Lirik sana sini tiba-tiba ada yang menarik hati..

Disitu tergantung sebuah rok manis bermotif garis vertikal dengan gradasi warna coklatnya yang mirip dengan warna coklatnya ice cream.. hmm.. yummy!!! sebenernya modelnya biasa dan mirip model rok SMA… tapi menurut saya it’s so simple and sweet… lalu saya observasi harganya… jreng2!!! ga deh! secara menurut fashion history saya, rok bakalan sangat amat jarang akan saya pakai.. huehehe.. ribet soalnya!!

Beberapa bulan belakangan.. sambil menemani ibu saya yang lagi hunting kado buat tetannga yang baru melahirkan, saya masih melihat si rok manis terpajang manis dan melambai-lambai mesra pada saya (lebay:p), selain itu, disebelahnya terpampang kontras angka putih diatas kertas merahnya… 20%.. huweeee!!! naluri kewanitaan saya tergoda!! *lumayan, diskon cing! hueheheh…

Berhubung di counter sang baju ga ada tempat nyoba alias fitting room.. saya cari counter lain yang deket sama fitting room.. alhasil saya temukan counternya, tapi tidak dengan sang rok manis.. berhubung malas bolak balik, akhirnya saya coba rok serupa tapi tak sama dengan ukuran saya tentunya.. haha… cukup dong! betapa bahagia sayaa…

Akhirnya saya putuskan untuk belik si rok manis di counter sebelumnya dengan asumsiwalo model beda tapi ukuran sama.. dan.. tiba di rumah dengan euforia kemenangan mengalahkan batin untuk membeli sang rok, saya coba.. ternyata oh ternyata.. euforia saya berubah menjadi duka (haduh bahasanya lebaistis:P) sang rok terlalu ketat, cing! oh tidaaakkk!! T.T

Ibu saya menganjurkan untuk menukar rok tersebut dengan yang lebih muat… Saya terlanjur cinta dengan sang rok!!! saya pun memutuskan untuk keukeuh -entah gimana caranya- memastikan kalo suatu saat saya bisa memakai rok cantik itu dengan ‘pas’… hahahaha… yang jelas… sang body harus bisa menyesuaikan dengan keadaan rok, which means.. turunkan berat badan, fris!!!!! hahahahahah…

Hingga cerita ini diturunkan, si rok cantik tetap menggantung manis di balik pintu kamar.. dengan harapan.. akan memacu dan memotivasi saya untuk bisa sesegera mungkin memakai si rok cantik.. tapi kenyataan berbeda.. rok tetap menggantung dengan manis, saya pun enggan berhenti makan yang manis2.. huahahahah.. parah!!:))

Lihat saja nanti wahai rok! aku akan memakaimu!!! muhahahahah :D (paramater batas waktu tak terdefinisikan:P)

Remembering the extraordinary things started by a big dream…

At that moment…

Facing a purely white paper on my short desk…

I over viewed and challenged  myself to draw…

The sketch of my future path…

too much hesitation…

too much negativity…

too much pessimistic…

that I couldn’t do it…

Suddenly I realized something…

What a pathetic me!!

No more time to drown in sorrow, frezz!! WAKE UP!!

.. tidak akan sempat jika kita terlalu sibuk bersyukur :)

.. ingat seseorang

.. ada yang berbeda dari dia

.. dirinya yang selalu ada menjadi maya

.. dirinya yang humoris berubah serius

.. dia jadi DINGIN

.. saya jadi sebal sendiri

.. saya bertanya-tanya

Ada apa dengan muuuuuu?

Would you please, tell me..

“Is there something wrong with me??”

Terlalu banyak diam… ternyata membuat saya terlalu banyak berfikir…

Dear all..

Cerita punya cerita, kegiatan tahunan yang tak terlewatkan bagi saya dan keluarga adalah mudik ke Cirebon. And as usual, I am the driver! hehe..

Berawal pada saat saya masih kelas 2 SMU, tercetuslah ide sang ibu untuk menambah kemampuan saya dalam supir menyupir.. (sekaligus kaderisasi supir cadangan keluarga dikala papah, ua, atau om berhalangan untuk jadi supir.. haha). Dalam seminggu rutin, saya mengikuti kursus dan di minggu berikutnya punya SIM A (padahal belum 17 tahun :P ).

SIM ditangan, tapi mobil masih belum ibunda relakan untuk saya menyentuhnya karena sudah berkali-kali sang mobil kena baret gara-gara saya.. haha.. tapi berhubung kalau kemampuan setir mobil ga digunakan bisa lupa, akhirnya ibunda pun rela menyerahkan sang mobil dengan setengah hati.. hihi… Akhirnya, rajin-rajin latihanlah saya. Pagi-pagi buta mumpung jalan masih kosong, saya kudu keliling kota (bukan kota ding! komplek aja ko).. heu..

Sampai tiba suatu saat.. Sekitar 6 tahun yang lalu sekaligus beberapa bulan setelah dapet SIM.. Waktunya mudik! Daaannn…  Ayahanda request “Teh, teteh aja yang nyetir”… yang kaget bukan hanya saya! Ibu dan Adik saya puuuunn kaget setengah mati! secaraaaaa… si saya anak kmaren sore!! dan sayaaaa.. saat itu cuma punya satu modal! NEKAT!! haha :D

FYI, kondisi saat itu: saya pemula dan masih kagok mindahin gigi maupun nginjek rem, saya ga tau persis medan perjalan bandung-cirebon secara di tahun2 sebelumnya saya hanyalah a sleeping beauty passengger.. haha, saat itu hujan gede plussss gelap banget secara malem hari… keadaan itu yang bikin geger semua yang ada di mobil sampai2 ga ada kesempatan untuk ngantuk2… Pokoknya semua mata tertuju pada jalan di depan.. Hahaha… Sepanjang perjalanan, sang ibunda ga ada henti2nya komat kamit komentar tiap gerakan setir.. “ati2!!” “Awaaass!!” “jangan ngbut2!!!” “Reeemmmm!!” dan teriakan sejenisnya.. hahaha..ampuuunn deehh..:P

Akhirnyaa… alhamdulillah sampai selamat di tujuan tanpa kurang apapun… di kemudian harinya, perjalanan pulang ke bandung pada siang hari and it was shocking!! ternyata medan apalagi medan sekitar Cadas Pangeran yang ditempuh curam, terjal dan kanan kirinya adalah jurang pemirsa!! ahahahah…   

Di tahun2 berikutnya dengan alih2 untuk memperlancar setir-menyetir, sayalah yang ditunjuk untuk jadi supir mudik… daaannn yang lain pun tertidur pulassss selama perjalanan… hhfffffff… ga hanya ntuk perjalanan luar kota, untuk perjalanan dalam kota pun jadilangganan… anter ibu, tante, nenek, kakek, om, ua, sepupu, dkk… Resmilah saya menjadi the driver selama 6 tahunan! weeewwww :D

Nyetir ke luar kota sebenarnya lebih leluasa daripada di dalam kota karena jarang ada antrian mobil (kecuali saat arus mudik atau arus balik sangat2 padat), jarang ada lampu merah, bisa ngebut.. huehehe, dan pastinya pemandangan yang seru… Komentar tentunya tetep ada.. paling sering.. “Jangat Ngebut2!!!!!” secara kebiasaan nyetir luar kota, otomatis minimum speed 80kmph dong! ckckck.. so, ga heran klo para sepupu bilang “ayo kita ber-F1!!” atau “mobil turbo!!” saat si saya yang nyetir.. gehehe.. ampuuuunnn… tobat friss.. tobat!!! :P

Thousand hours spent for doing things,,, but not my interests… T.T

Salah satu faktor penyebabnya adalah progress report yang bikin paciweuh orang sedunia,,, sebenernya bukan gara2 susah,,, tapi suka ga ke-ide-an buat nuangin kata2 di otak ke dalam bentuk tulisan yang baku daannn in English.. Hha! Nah gara2 itu pula penyakit menunda selalu datang… dengan alih2 klo ga ad aide… ckckck..:P naaahhh kalang kabut kocar kacirlah klo mo deket deadline… ibarat lagu nya neng evie tamala dengan makna lebaisme…

Mau makan.. teringat laporan…

Mau minum.. teringat laporan..

Disetiap waktuku ingat laporan..

Oh laporaaaann…

Buat yang ga tau nadanya,, sowri aja yee.. kaga gaol! Huahahah

Tapi eh tapi untungnya ga serepot versi laporan sebelumnya dimana saya masih ga kenal terminology bidang kerjaan yang saya geluti saat ini… jadi sekarang udah aga lebih familiar dan udah ada planning…. So, I hope… it would be finished before deadline with the best performance… an I would be very excited to say: “ GOOD BYE PROGRESS REPORT”.. Ahahahah :D

Jadi keingetan,, Yesterday was Sundayand I found my lovely things to do.. and I did it! I cooked! Yeaaaayy!! Hobi lama yang tertunda lama gara2 sok sibuk! Huh…! J Liat resep barunya om Bara Patirajawane langsung menggugah hati terdalam buat nyobain tuh resep…. Daaaannn… beberapa jam menjelang buka puasa saya buat menu itu buat dijadikan tajil segaligus buat menu utamanya… SPAGHETI! Yatttaaaaa!!! URESHI DESHITA! ;)

Trussss… jadi keingetan,,, jaman2nya kuliah hobi banget punya hobi yang ganti2,,, … bulan ini doyan banget ngejait2 boneka flannel dibikin gantungan kunci… bulan berikutnyaaa hobi banget maen gitar… bulan berikutnya lagi hobi masak (mewanita),, berikutnya lagi hobi maen badminton.. daann berubah lagi jadi hobi makan (ini siy tiap bulan deng) hahahaha :D tapiii… kebiasaan ini juga yang alhamdulillah bias bikin saya enjoy my loneliness ketika memang ada saatnya sendiri… :)

dan yang lebih keingetan lagi…. It’s been a long2 time ago I didn’t do such lovely thing…. T.T terutama gitar tercinta yang lama usang tak bersua denganku dan hanya ditemani debu2 kamar yang tak urung berpindah (bahasa pujangga critanya) HUaaaa……

“For this moment, I really miss my guitar so much… and I miss myself of being a positive energy… :)

Akhir-akhir ini seringkali saya merasa banyak kecewa… Banyak mengeluh dan merasa tidak puas dengan apa yang ada…  kurang mensyukuri apa yang ada… Feel like there’s something missing in my heart…

Hmm… jadi merenung… Apa selama ini saya tidak berkhusnudzon pada Allah SWT?

 _________________________________________________________

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.

Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.

Setidaknya ada tiga tahap yang harus kita tempuh usaha meningkatkan kualitas keyakinan. Pertama, <I>’ilmul yaqin<I>. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, di Mekah ada Kabah. Kita percaya karena teorinya bicara seperti itu. Di sinilah pentingnya belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin luas pengetahuan kita tentang sesuatu, khususnya tentang Dzat Allah Azza wa Jalla, seakan kita memiliki bekal untuk berjalan mendekat kepada-Nya.

Kedua, <I>’ainul yaqin<I>. Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu memang ada di Mekah karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, akan lebih kuat dibandingkan keyakinan karena ilmu.

Ketiga adalah <I>haqqul yaqin<I>. Orang yang telah <I>haqqul yakin<I> akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, keyakinan akan jauh lebih mendalam. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya. Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses dan tahapan-tahapan, mulai dari <I>’ilmul yaqin, ‘ainul yaqin<I>, hingga <I>haqqul yakin<I>.

Saudaraku, sesungguhnya semua yang ada adalah milik Allah. Sungguh rugi orang-orang yang hatinya bergantung kepada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sungguh sayang jika kita mengatakan bahwa Allah Mahakaya, namun kita takut tidak mendapatkan rezeki. Kita tahu bahwa Allah Maha Menentukan segala sesuatu, Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun kita sering risau tidak mendapatkan pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat <I>’ainul yaqin<I> dan belum sampai ke tingkat <I>haqqul yaqin<I>.

Mengapa ada orang yang keluar (murtad) dari Islam? Sebabnya, keyakinan yang dimilikinya baru sebatas ‘ilmul yaqin; sebatas tahu bahwa Islam itu baik, namun ia belum merasakan bagaimana indahnya Islam. Saudaraku, keyakinan yang hanya sebatas ilmu belum cukup membuat kita istikamah. Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari.

Ibnu Atha’illah mengungkapkan, “Cahaya yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Cahaya yang memancar dari panca inderamu berasal dari ciptaan Allah. Dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah.”

Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus selalu kita jaga. Bagaimana agar hati kita terbuka? Berusahalah untuk meneliti dan mengenali aneka hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati hanya akan berfungsi jika ia bersih dari noda dosa dan maksiat. Hati yang kotor sangat sulit menangkap sinyal-sinyal Ilahi. Mirip kaca. Ia tidak bisa memantulkan cahaya, tidak bisa merefleksikan sebuah objek jika penuh karatan. Syaratnya, ia harus bersih. Hati akan bersih jika kita merawatnya. <I>Wallaahu a’lam<I>.

 _________________________________________________________

Rasanya kutipan tulisan ini sudah sedikit banyak menjawab pertanyaan saya… dan semoga juga menjadi jawaban untuk para blogger yang mengalami hal yang sama… :)  

Mari berkhusnudzon pada-Nya… ;)  

 

 

Source: http://wijayalabs.multiply.com/journal/item/25

Judulnya mantap!!! *narsis time.. hahaha :D

Ni judul postingan kebetulan lewat sekilas.. gara2 gini ceritanya.. di ruang kerja saya yang jadi playlist number one dan kudu diputer sehari berkali2 itu ya lagunya ridho roma… *dangdut mania bo! hahah :D Awalnya emang rada kagok gitu secara dangdut… tapi lama2 jadi udah ‘jiplak’ di alam bawah sadar.. tadi tuh kebetulan lagi fokus dengerin lagunya si Ridho yang judulnya ‘penyakit cinta’.. dalem hati ‘eh, ko lucu ya liriknya??’ akhirnyaaa… tanya2 si mbah google lirik full nya lagu ini…

Pabila diri dilanda rindu
Hati gelisah badanpun lesu
Dibilang sakit bukan penyakit
Tau-tau badan semakin kurus

Aduh…aduh…sakit penyakit cinta
Dokter dan dukun tak mampu bicara
Aduh…aduh…sakit penyakit cinta
Tiada obatnya hanya si dia

Pabila diri dilanda rindu
Sepanjang malam tak dapat tidur
Suara kerosak dikira dia
Tau-tau tikus mencari mangsa

Reff :

Dari itu kalau jatuh cinta
Jangan seru-seru….
Santai-santai saja….
Dari itu kalau jatuh cinta

Jangan berat-berat….
Ringan-ringan saja….
Kalau terlalu seru, ga kuat nahan rindu…
Kalau terlalu berat, ga kuat nahan…ehm…ehm…

Kalo mo ditilik2… ni liriknya ringan banget tapi logis dan real banget loh!!! kejadiannya bener2 nyata disekeliling saya… hahahah… :D

Ngena banget pas bagian kalau jatuh cinta.. Jangan seru-seru… Santai-santai saja… soalnya klo kena sakitnya? efeknya ruarrrrr biasa menyakitkan!!! hohoho…… *kecuali klo jatuh cintanya sama suami ato sama istri tersayang.. itu mah beda cerita… haha

-no judgment, hanya INTERMEZZO, santei aja bro!-

:P

Next Page »